Berakhir Hari Ini, Perlukah PPKM Diperpanjang Lagi? Pemerintah Akan Umumkan Nanti Malam

Malam ini, keputusan perpanjangan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM bakal diumumkan pemerintah pusat. 

Tribunnews/Irwan Rismawan
Suasana di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (11/7/2021). Polda Metro Jaya mencatat, selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, mobilitas warga di Ibu Kota mengalami penurunan lebih dari 50 persen dari kondisi biasanya. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNTERNATE.COM - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali berakhir pada hari ini, Senin (23/8/2021). 

Seperti diketahui, PPKM di Jawa Bali sebelumnya diperpanjang mulai tanggal dari tanggal 17 hingga 23 Agustus 2021.

Sejumlah pelonggaran pun dilakukan oleh pemerintah bagi daerah berlevel 4.

Misalnya saja cakupan daerah uji coba pembukaan pusat perbelanjaan hingga kapasitas kunjungannya menjadi 50%.

Selain itu pada pekan lalu kapasitas untuk tempat ibadah pun dinaikan menjadi 50%.

Sementara itu PPKM luar Jawa Bali sebelumnya diperpanjang selama dua minggu mulai dari tanggal 9 hingga 23 Agustus.

Malam ini, keputusan perpanjangan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM bakal diumumkan pemerintah pusat. 

Terkait perpanjangan PPKM nanti, pengamat Sosial-Politik dari Centre for Indonesia Strategic Actions menyampaikan beberapa saran terkait kebijakan yang akan diambil pemerintah selanjutnya.

"Pertama, PPKM telah sedikitnya memberikan tren positif terhadap penurunan kasus," ucap Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA melalui keterangannya pada Senin (23/08/2021).

Menurutnya, diperpanjang atau tidaknya Pemerintah juga disarankan agar mempertimbangkan aspek konsekuensi sosial lainnya.

"Kedua, saat ini dampak sosial dari pandemi membuat buruknya kondisi ekonomi secara nasional maka jika PPKM diperpanjang, Pemerintah tetap konsisten pada stimulus ekonomi rakyat yang berpenghasilan menengah ke bawah," ungkap Herry.

Tambahnya, Dalam hal stimulus ekonomi, Pemerintah juga harus memperkuat ekonomi masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan.

"Ketiga, untuk menjaga ritme ekonomi di akar rumput sebaiknya diterapkannya pendekatan pemberdayaan pasca pemberian bantuan uang tunai. Tujuannya tentu untuk memperkuat," tambah Herry.

Lebih lanjut Dia menyebutkan Pemerintah semestinya mempersiapkan skenario dalam rangka merekonstruksi keseluruhan sektor pembangunan nasional.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved