Breaking News:

Vaksin Johnson and Johnson yang Cukup Sekali Suntik Masuk Indonesia Bulan Depan, Ini Keunggulannya

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan vaksin Johnson and Johnson bakal tiba di Indonesia bulan depan.

Freepik
Ilustrasi vaksin Covid-19, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan vaksin Johnson and Johnson bakal tiba di Indonesia bulan depan. 

Selain Sinovac, ada vaksin Pfizer dan AstraZeneca.

"Dan ini akan datang Pfizer Astrazeneca, Sinovac, ini akan datang bersamaan di bulan ini jadi kita harus menyuntikkan tiga jenis vaksin di bulan ini," tandasnya.

Baca juga: Respon Jokowi saat Tahu Kepala Daerah Sudah Vaksin Dosis Ketiga padahal Presiden Belum

Baca juga: Menkes RI Minta Masyarakat Tidak Pilih-pilih Vaksin Covid-19: Semuanya Punya Manfaat yang Sama

Keunggulan Vaksin Johnson and Johnson 

Untuk diketahui, vaksin Johnson and Johnson ini bisa diberikan kepada mereka yang berusia di atas 18 tahun. 

Vaksin ini memiliki efektivitas yang cenderung lebih rendah dibanding vaksin Pfizer dan Moderna, yakni hanya 66 persen.

Diberitakan Kompas.com, mengutip Science News, vaksin ini terbukti 66 persen efektif mencegah terjadinya penyakit sedang dan berat.

Kemudian dalam hal mencegah kasus kritis yang membutuhkan rawat inap, efektivitasnya lebih tinggi, yakni 85 persen.

Vaksin Johnson and Johnson berisi virus flu biasa (adenovirus 26) yang telah direkayasa oleh para peneliti agar membawa instruksi memuat protein lonjakan virus corona ke dalam sel manusia.

Kemudian sel manusia membuat protein virus yang mendorong sistem kekebalan tubuh membuat antibodi dan melatih sel kekebalan untuk menyerang virus corona jika orang tersebut terinveksi nantinya.

Efek samping

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved