Breaking News:

Juru Bicara Taliban Berharap Hengkangnya Amerika Serikat akan Hentikan Serangan IS di Afghanistan

Jubir Taliban: kelompoknya akan menindak serangan Islamic State (IS) dan berharap serangan berakhir setelah pasukan asing meninggalkan Afghanistan.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Ronna Qurrata Ayun
HOSHANG HASHIMI/AFP
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid (kiri) saat memberikan isyarat ketika ia tiba untuk mengadakan konferensi pers pertama di Kabul pada 17 Agustus 2021 setelah pengambilalihan kekuasaan Afghanistan oleh Taliban. Juru bicara Taliban mengatakan kelompoknya akan menindak tegas serangan Islamic State (IS) dan berharap, serangan IS akan berakhir begitu pasukan asing meninggalkan Afghanistan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Juru bicara Taliban mengatakan kelompoknya akan menindak tegas serangan Islamic State (IS) dan berharap, serangan IS akan berakhir begitu pasukan asing meninggalkan Afghanistan.

"Kami berharap orang-orang Afghanistan yang dipengaruhi oleh IS ... akan menghentikan operasi mereka untuk melihat pembentukan pemerintah Islam [di negara ini] tanpa kehadiran orang asing," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid kepada AFP dalam sebuah wawancara akhir pekan.

"Jika mereka menciptakan situasi perang dan melanjutkan operasi mereka, pemerintah Islam ... kami akan langsung menghadapi mereka," tambahnya.

Sebuah serangan bom bunuh diri yang diklaim oleh IS di luar bandara Kabul pada Kamis (26/8/2021) lalu telah menewaskan puluhan orang yang berencana untuk meninggalkan Afghanistan, serta 13 anggota tentara Amerika Serikat (AS).

Namun, serangan balasan atau pre-emptive oleh Amerika Serikat terhadap posisi IS selama beberapa hari terakhir malah membuat marah gerakan tersebut.

Pentagon mengatakan, pihaknya melakukan serangan pesawat tak berawak (drone) pada Minggu (29/8/2021) terhadap kendaraan  terkait dengan IS yang mengancam bandara Kabul.

Baca juga: Densus 88 Sebut Afghanistan Training Ground Teroris, Waspadai Kembalinya WNI Eks Kombatan Taliban

Baca juga: Pernah Janji Hormati Hak-hak Perempuan, Kini Taliban Larang Wanita Keluar Tanpa Pendamping

Tindakan yang dilakukan AS ini pun mendapat tanggapan dari Zabihullah.

Zabihullah menilai, AS tidak diizinkan untuk melakukan serangan balasan itu.

"Tidak ada izin bagi mereka untuk melakukan operasi seperti itu ... kemerdekaan kami harus dihormati," tambah Zabihullah Mujahid.

Evakuasi puluhan ribu orang asing dan warga Afghanistan yang merasa terancam atas aksi pembalasan atau penindasan di bawah Taliban berakhir pada Selasa (31/8/2021), bersamaan dengan penarikan penuh pasukan AS dan NATO.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved