Breaking News:

Di Bawah Pemerintahan Taliban, Tak Ada lagi yang Pakai Jeans dan Menyetel Musik di Afghanistan

Stasiun radio dilarang memutar musik dan suara penyiar perempuan, reklame di depan salon kecantikan dicat ulang dan jeans diganti pakaian tradisional.

AFP/AAMIR QURESHI
Potret unit pasukan khusus pejuang Taliban Fateh (kiri), berjaga bersama dengan pejuang lainnya di sebuah jalan di Kabul pada 29 Agustus 2021. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pasukan Amerika Serikat (AS) telah meninggalkan Ibu Kota Kabul, Afghanistan pada Senin (30/8/2021).

Sejak saat itu, terjadi banyak perubahan di Afghanistan, khususnya Kabul.

Negara itu mulai menyesuaikan diri dengan keadaan yang benar-benar baru, usai dikuasai Taliban.

Warga yang masih tertinggal di Kabul pun berusaha menyesuaikan diri dengan pemerintahan baru di bawah Taliban.

Tak seperti sebelumnya, sejauh ini Taliban berusaha menunjukkan wajah yang jauh lebih sejuk kepada dunia.

Tak ada hukuman keras dipertontonkan di depan publik dan tak ada larangan menggelar hiburan rakyat seperti yang mereka terapkan saat berkuasa dulu, sebelum digulingkan pasukan Sekutu pada 2001.

Kegiatan budaya diperbolehkan, kata Taliban, sejauh tidak melanggar hukum syariat dan budaya Islam Afghanistan.

Otoritas Taliban di Kandahar, kota kelahiran gerakan itu, menerbitkan perintah formal pekan lalu.

Serangan di Bandara Kabul
Serangan di Bandara Kabul, Afghanistan. (Shah Marai, AFP)

Baca juga: Juru Bicara Taliban Berharap Hengkangnya Amerika Serikat akan Hentikan Serangan IS di Afghanistan

Baca juga: Densus 88 Sebut Afghanistan Training Ground Teroris, Waspadai Kembalinya WNI Eks Kombatan Taliban

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa stasiun radio dilarang memutar musik dan suara penyiar perempuan.

Reklame warna-warni di depan salon-salon kecantikan sudah dicat ulang dan jeans telah diganti dengan pakaian tradisional.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved