Breaking News:

Terkini Internasional

PBB Sebut Taliban Berjanji untuk Menjamin Keselamatan Pekerja Kemanusiaan di Afghanistan

Setelah duduk di kursi kekuasaan, Taliban mengumbar janji. Salah satunya, menjamin keselamatan pekerja kemanusiaan dan akses bantuan di Afghanistan.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Ronna Qurrata Ayun
AFP/AAMIR QURESHI
Potret unit pasukan khusus pejuang Taliban Fateh (kiri), berjaga bersama pejuang lainnya di sebuah jalan di Kabul pada 29 Agustus 2021. Setelah duduk di kursi kekuasaan, Taliban mengumbar janji. Salah satunya, menjamin keselamatan pekerja kemanusiaan dan akses bantuan di Afghanistan. 

Kebebasan perempuan di Afghanistan diketahui sangat dibatasi di bawah pemerintahan Taliban pada periode tahun 1996 hingga 2001.

Baca juga: Densus 88 Sebut Afghanistan Training Ground Teroris, Waspadai Kembalinya WNI Eks Kombatan Taliban

Baca juga: Taliban Berjanji Beri Hak-Hak Perempuan & Kebebasan Media, Minta Dunia Internasional Percayai Mereka

Delegasi Taliban, yang dipimpin oleh salah satu pendiri kelompok itu Mullah Abdul Ghani Baradar, berterima kasih kepada pejabat PBB atas "kelanjutan yang dijanjikan dari bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan" dan meyakinkan mereka "kerja sama dan penyediaan fasilitas yang dibutuhkan", menurut sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial Twitter oleh juru bicara Taliban Suhail Shaheen.

PBB mengatakan Afghanistan terjerumus dalam krisis kemanusiaan yang mempengaruhi 18 juta orang, atau setengah dari  total populasi penduduknya.

Bahkan sebelum aksi kilat Taliban menggulingkan pemerintah yang didukung negara Barat pada 15 Agustus 2021 lalu, Afghanistan sudah sangat bergantung pada bantuan internasional.

Sebanyak 40 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara itu berasal dari pendanaan asing.

Namun, masa depan misi bantuan di negara yang kini dikuasai Taliban itu menjadi sumber kecemasan bagi PBB dan kelompok-kelompok bantuan internasional, meskipun Taliban sendiri berjanji akan membuat aturan yang lebih lunak daripada selama masa kekuasaan pertama mereka.

Beberapa organisasi bantuan kemanusiaan sebelumnya telah mengonfirmasi kepada AFP bahwa mereka sedang dalam pembicaraan dengan Taliban untuk melanjutkan operasi mereka, atau telah menerima jaminan keamanan untuk program yang ada.

PBB mengatakan, pekan ini penerbangan bantuan kemanusiaan telah dilanjutkan ke beberapa provinsi di Afghanistan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak "Taliban dan semua pihak lain untuk menahan diri sepenuhnya demi melindungi kehidupan rakyat dan untuk memastikan bahwa kebutuhan kemanusiaan dapat dipenuhi" dalam sebuah laporan kepada Dewan Keamanan PBB pada akhir pekan ini.

Laporan tersebut disusun seiring mandat misi politik PBB di Afghanistan yang dijadwalkan akan berakhir pada 17 September 2021 mendatang.

Sumber: AFP via Channel News Asia

(TribunTernate.com/Rizki A.)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved