Breaking News:

Virus Corona

Negara Miskin Masih Kesulitan Vaksin, Negara Kaya Justru akan Miliki 1,2 Miliar Vaksin Covid-19

Negara-negara kaya seperti G-7 dan Uni Eropa akan miliki 1,2 miliar vaksin Covid-19, namun vaksin itu sebenarnya tak begitu dibutuhkan oleh mereka.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
Daily Mail UK
Ilustrasi suntikan vaksin Covid-19. Negara kaya akan memiliki 1,2 miliar dosis vaksin Covid-19 yang sebagian besarnya tidak masuk slot vaksin yang disumbangkan ke negara-negara berpenghasilan rendah. 

TRIBUNTERNATE.COM - Negara-negara kaya kini tengah menghadapi tekanan agar mereka mengalihkan pasokan vaksin Covid-19 miliknya ke negara-negara yang berpenghasilan rendah.

Sebuah analisis baru dari perusahaan analitik Airfinity yang berbasis di London, Inggris, menunjukkan bahwa negara-negara itu kemungkinan akan memiliki sekitar 1,2 miliar dosis tambahan yang tersedia di akhir tahun 2021.

Amerika Serikat, Inggris, negara-negara Eropa, dan lainnya pun saat ini sudah bisa memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 mereka secara mandiri.

Diketahui, negara-negara tersebut sudah memvaksinasi 80 persen populasi mereka yang berusia di atas 12 tahun dan juga terus melanjutkan program vaksinasi booster.

Selain itu, mereka juga masih memiliki vaksin Covid-19 dalam jumlah besar yang akan didistribusikan kembali secara global.

Pemerintah negara-negara kaya itu, sejauh ini, telah mengirimkan sejumlah kecil pasokan yang telah mereka janjikan ke negara-negara miskin.

Meskipun memiliki banyak pasokan, negara-negara kaya tersebut hanya memberikan sedikit stok vaksinnya ke negara-negara miskin.

Hal itu dilakukan lantaran mereka masih akan terus melanjutkan program vaksinasi booster demi memerangi virus corona varian Delta di wilayahnya masing-masing.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 Rendah, 9 Daerah Disorot oleh Jokowi, Ada Aceh hingga Papua

Baca juga: Masih Ada Banyak Negara yang Belum Dapat Vaksin, WHO Minta Negara Kaya Tidak Pesan Vaksin Booster

Mengetahui hal tersebut, para advokat kesehatan pun mulai khawatir, karena langkah yang lambat justru hanya akan memperpanjang pandemi Covid-19.

Selain itu, keterlambatan pemberian vaksin juga akan meningkatkan risiko munculnya varian yang lebih mengkhawatirkan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved