Breaking News:

Penelitian: Tidur Ekstra di Akhir Pekan Tak Sepenuhnya Pulihkan Fungsi Tubuh Akibat Kurang Tidur

Para peserta tidak mudah pulih dari kekurangan tidur ini, bahkan setelah memperbaiki dengan menambah jam tidur ekstra pada hari-hari berikutnya.

Penulis: Qonitah Rohmadiena | Editor: Rohmana Kurniandari
cbs8.com
Ilustrasi tidur - Para peneliti menemukan bahwa konsekuensi neurobehavioral dari kurang tidur parsial kronis tidak dapat dipulihkan dengan mudah dengan menambah jam tidur ekstra di hari berikutnya. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sudah menjadi rahasia umum bahwa tidur sangat penting untuk kesehatan.

Hal ini berlaku untuk hampir semua makhluk hidup.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa memperbaiki kekurangan tidur di hari kerja pada akhir pekan tak sesederhana yang dibayangkan.

Peneliti di Universitas Jagiellonian di Kraków, Polandia, meneliti perubahan fungsi tubuh yang terkait dengan kurang tidur di antara orang dewasa.

Peserta menghabiskan 10 hari mengalami kurang tidur parsial, mereka diminta untuk kurang tidur sekitar sepertiga dari biasanya.

Kemudian, diikuti oleh pemulihan selama seminggu penuh.

Temuan para peneliti mengungkapkan bahwa kurang tidur berdampak buruk pada fungsionalitas tubuh.

Defisit dalam kemampuan orang untuk berpikir jernih cenderung menumpuk saat kurang tidur parsial dilakukan.

Para peserta tidak mudah pulih dari kekurangan tidur ini, bahkan setelah memperbaiki dengan menambah jam tidur ekstra pada hari-hari berikutnya.

Jumlah tidur yang dibutuhkan orang sangat bervariasi.

Baca juga: Jangan Disepelekan! Ini 8 Bahaya Kurang Tidur bagi Tubuh, Memperburuk Ingatan hingga Risiko Diabetes

Baca juga: Bolehkah Salat Tahajud Tanpa Tidur Terlebih Dulu? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Ilustrasi berbaring.
Ilustrasi berbaring. (Kompas.com)

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved