Breaking News:

Terkini Internasional

Aturan Taliban, Wanita Afghanistan di Kabul Dilarang Bekerja, Kecuali Petugas Kebersihan Toilet

Wali Kota sementara Kabul Hamdullah Nohmani meminta kepada seluruh pegawai perempuan di ibu kota Afghanistan untuk tinggal di rumah. 

Aamir QURESHI / AFP
Ilustrasi wanita Afghanistan - dalam foto: Siswa bercadar memegang bendera Taliban saat mereka mendengarkan pembicara wanita sebelum rapat umum pro-Taliban di Universitas Pendidikan Shaheed Rabbani di Kabul pada 11 September 2021. 

TRIBUNTERNATE.COM - Wali Kota sementara Kabul Hamdullah Nohmani meminta kepada seluruh pegawai perempuan di ibu kota Afghanistan untuk tinggal di rumah. 

Perempuan dapat bekerja jika pekerjaan yang mereka lakukan tidak dapat dikerjakan oleh pekerja laki-laki.

Sejak pemerintahan Afghanistan diambil alih oleh Taliban, wanita diperintahkan untuk meninggalkan tempat kerja mereka di beberapa daerah.

Perintah tersebut berbading terbalik dengan jaminan yang diumumkan Taliban ketika awal berkuasa bahwa mereka akan menghormati hak-hak perempuan.

Adapun imbas dari larangan bekerja bagi wanita, pegawai perempuan di pemerintah Kota Kabul telah dirumahkan.

Hanya wanita yang pekerjaanya tidak dapat dilakukan oleh laki-laki yang boleh tetap bekerja.

Perintah itu, yang diumumkan oleh penjabat Hamdullah Nohmani pada Minggu, secara efektif berarti wanita sekarang dilarang bekerja di pemerintah di ibukota Afghanistan.

Satu-satunya pekerjaan yang bisa dilakukan wanita untuk pemerintah Kabul adalah membersihkan kamar mandi wanita, menurut pengumuman tersebut.

Perintah itu membuat ratusan wanita kehilangan pekerjaan.

Ilustrasi wanita bersekolah di Afghanistan
Ilustrasi wanita bersekolah di Afghanistan (AFP)

Nohmani mengatakan ada 2.930 orang yang bekerja untuk kotamadya, yang mana 27 persen di antaranya adalah wanita.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved