Breaking News:

Virus Corona

Israel akan Jadikan Suntikan Booster Covid-19 sebagai Syarat agar Vaksinasi Dianggap Dosis Penuh

Israel memperkenalkan aturan baru untuk menentukan status vaksinasi virus corona di negaranya.

Freepik
Ilustrasi vaksin Covid-19 - Israel memperkenalkan aturan baru untuk menentukan status vaksinasi virus corona di negaranya yakni menjadikan suntikan booster sebagai persyaratan untuk vaksinasi dianggap dosis penuh dan untuk paspor vaksinasi. 

TRIBUNTERNATE.COM - Israel memperkenalkan aturan baru untuk menentukan status vaksinasi virus corona di negaranya yakni menjadikan suntikan booster sebagai persyaratan untuk vaksinasi dianggap dosis penuh dan untuk paspor vaksinasi.

Setelah mempelopori suntikan booster untuk semua orang yang berusia 12 tahun ke atas, Israel diyakini sebagai negara pertama yang mengkondisikan validitas paspor vaksinasi setelah menerima suntikan booster.

Negara itu mengatakan akan segera membatalkan paspor vaksinasi lebih dari 1 juta orang yang belum menerima suntikan vaksin dosis ketiga.

Seseorang dianggap telah mendapatkan vaksinasi lengkap di Israel, apabila memenuhi kriteria seperti berusia 12 tahun atau lebih dan telah menerima suntikan booster setidaknya seminggu, berada dalam waktu enam bulan setelah menerima suntikan vaksinasi kedua, atau dalam waktu enam bulan setelah dinyatakan positif Covid-19.

Suntikan booster yang digunakan oleh Israel adalah vaksin Pfizer.

Vaksin Pfizer sejauh ini adalah yang paling umum diberikan di Israel.

Baca juga: Telah Berikan Vaksin Covid-19 Booster pada Agustus, Israel Mulai Persiapkan Stok untuk Dosis Keempat

Baca juga: FDA akan Berikan Otorisasi Suntikan Booster Setengah Dosis untuk Penerima Vaksin Moderna 2 Dosis

Di Israel, Green Pass, sertifikat vaksinasi digital atau kertas, diperlukan untuk masuk ke ruang publik.

Ruang publik tersebut termasuk restoran, hotel, klub, tempat budaya, dan pertemuan pribadi besar.

Orang yang tidak divaksinasi dapat masuk jika memiliki bukti rapid tes dengan hasil negatif yang dilakukan di stasiun tes resmi, yang berlaku selama 24 jam, atau tes PCR negatif yang berlaku selama 72 jam.

Perubahan kebijakan terjadi setelah para pejabat dan pakar kesehatan Israel mengidentifikasi penurunan kekebalan yang signifikan pada lima atau enam bulan setelah dosis Pfizer kedua diberikan.

Ilustrasi vaksin Pfizer
Ilustrasi vaksin Pfizer (AFP)
Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved