Breaking News:

Instruksi Jokowi Harga PCR Rp300 Ribu, Luhut Binsar Pandjaitan: Jangan Kita Hanya Melihat Enaknya

Luhut Binsar Pandjaitan tidak menampik bahwa syarat kewajiban PCR untuk pengguna transportasi udara juga mendapat banyak kritikan masyarakat.

Editor: Rizki A
TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI TES PCR COVID-19 - Dalam foto: Petugas medis melakukan tes swab PCR kepada warga tiga RT di RW 03, yaitu RT 01, RT 02 dan RT 08 Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Kebijakan wajib tes PCR sebagai syarat penerbangan tengah menjadi perbincangan publik.

Sebab, syarat tersebut dinilai dapat memberatkan masyarakat.

Bahkan, sempat terjadi overload atau membeludaknya permintaan oleh masyarakat yang dibarengi dengan melambungnya harga tes PCR menyusul penerapan kebijakan tersebut.

Terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun memerintahkan supaya harga tes PCR diturunkan menjadi hanya Rp300 ribu.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai rapat terbatas bersama Presiden, Senin, (25/10/2021).

"Arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300 ribu dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," kata Luhut.

Baca juga: Update Info Kecelakaan Dua Bus Transjakarta di MT Haryono, Polisi Sebut Kemungkinan Rem Blong

Baca juga: Fadjroel Rachman Dilantik Jadi Dubes Kazakhstan, Siapa Penggantinya sebagai Jubir Presiden?

Baca juga: BREAKING NEWS: Pemerintah Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 300 Ribu, Berlaku 3x24 Jam

Luhut tidak menampik bahwa syarat kewajiban PCR untuk pengguna transportasi udara juga mendapat banyak kritikan masyarakat, terutama karena kebijakan tersebut diterapkan saat kasus melandai.

Namun, menurut Luhut, yang harus dipahami adalah kebijakan tersebut diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 karena mobilitas yang tumbuh pesat dalam beberapa hari terakhir. 

"Perlu dipahami bahwa kebijakan PCR ini diberlakukan karena kami melihat resiko penyebaran yang semakin meningkat karena mobilitas penduduk yang meningkat pesat dalam beberapa minggu terakhir," katanya.

Luhut mengatakan pemerintah belajar banyak dari negara negara lain, salah satunya Inggris yang melakukan relaksasi aktivitas masyarakat dan protokol kesehatan yang kemudian kasusnya kembali melonjak.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved