Breaking News:

Serikat Karyawan Bandara Surati Jokowi, Protes soal Kewajiban Tes PCR bagi Penumpang Pesawat

Sekarpura II layangkan protes kepada Presiden Jokowi terkait aturan kewajiban tes PCR bagi penumpang pesawat, berikut poin-poin yang diprotes.

Tribun Bali/Rizal Fanany
ILUSTRASI Bandara - Dalam foto: Suasana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terlihat lengang saat resmi dibuka kembali untuk melayani penerbangan internasional, di Badung, Bali, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Kebijakan pemerintah tentang kewajiban menunjukkan hasil negatif tes PCR sebagai syarat perjalanan bagi penumpang pesawat menuai kontroversi.

Beragam penolakan satu demi satu disuarakan oleh masyarakat, tak terkecuali para karyawan bandara yang tergabung dalam Serikat Karyawan Angkasa Pura II (Sekarpura II).

Mereka melayangkan protes kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait peraturan tersebut yang baru saja diberlakukan pada Minggu (24/10/2021).

Kewajiban tes PCR bagi penumpang pesawat itu diberlakukan untuk mereka yang akan melakukan perjalanan dengan rute penerbangan Jawa-Bali.

Dalam surat yang dikeluarkan DPP Sekarpura II, Jumat (22/10/2021), Sekarpura II mengungkapkan dukungan terhadap Instruksi Mendagri dan Surat Edaran Satgas Covid-19 terkait penerapan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan, dalam upaya mencegah penularan virus corona.

Namun, mereka menilai ada ketidakadilan dan ketidakberimbangan penerapan aturan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil 2x24 jam sebelumnya sebagai persyaratan perjalanan dengan pesawat.

Sementara, pelaku perjalanan dengan moda transportasi lainnya tetap diperbolehkan dengan hanya membawa hasil negatif tes antigen.

Baca juga: Masalah Baru akibat Aturan Wajib Tes PCR: Di Bali, Permintaan Membeludak, Harganya Selangit

Baca juga: Biaya Umrah Diprediksi Naik hingga 30 Persen, Ada Tambahan Biaya Karantina hingga Pemeriksaan PCR

"Pada syarat menunjukkan PCR (H-2 hari) saat ini sangat banyak dikeluhkan oleh masyarakat yang menjadi para pelanggan kami, yaitu para pengguna jasa transportasi udara."

"Dan timbul pertanyaan dari mereka bahwa mengapa hanya khusus pengguna jasa transportasi udara yang diwajibkan menggunakan PCR (H-2)."

"Sementara, pengguna transportasi lainnya bisa hanya cukup menggunakan antigen (H-1)," tulis Sekarpura II dalam suratnya kepada Presiden Jokowi itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved