Breaking News:

Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan 2 Bus Transjakarta di Cawang, Sopir yang Meninggal jadi Tersangka

Kombes Yusri Yunus menyatakan bahwa human error atau kelalaian manusia menjadi penyebab terjadinya kecelakaan beruntun Transjakarta di Cawang.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI BUS TRANSJAKARTA - Polisi ungkap penyebab kecelakaan dua bus Transjakarta di Cawang pada Senin (25/10/2021) lalu. - Dalam foto: Suasana pada halte TransJakarta Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2020). 

TRIBUNTERNATE.COM - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyatakan bahwa human error atau kelalaian manusia menjadi penyebab terjadinya kecelakaan dua bus Transjakarta di Cawang, Jakarta Timur.

Diketahui sebelumnya, dua bus Transjakarta terlibat kecelakaan tepat di Halte Cawang-Ciliwung, Jakarta Timur pada Senin (25/10/2021) lalu.

Dalam kecelakaan tersebut, total ada 33 korban, yakni dua orang tewas, lima orang luka berat, dan 26 orang lainnya mengalami luka ringan.

Dua korban yang meninggal adalah satu sopir bus Transjakarta berinisial J dan seorang penumpang bus yang duduk di depan.

Dari hasil penyelidikan kecelakaan ini, Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa sopir bus Transjakarta berinisial J tersebut adalah tersangkanya.

Baca juga: Total 20 Halte Bus TransJakarta Dirusak Massa Tolak UU Cipta Kerja, Anies: Kerugian Rp 55 Miliar

Baca juga: Antrean Penumpang Transjakarta Mengular, Yunarto: Ini Indikasi tentang Lockdown Bukan Sekedar Berani

Kondisi kesehatan sopir bus Transjakarta itulah yang diduga sebagai human error sehingga menyebabkan kecelakaan beruntun yang melibatkan dua bus Transjakarta.

"Hasil kesimpulan penyebab kecelakaan sementara ini diduga hasil dari gelar perkara adalah human error atau pengemudi."

"Jadi pengemudi yang meninggal dunia yang membawa mobil bus TransJakarta B 7477 TK ini adalah tersangkanya, dia meninggal dunia," tutur Yusri Yunus dalam konferensi pers, Rabu (3/11/2021).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. (YouTube/KompasTV)

Yusri pun mengungkapkan hasil pemeriksaan pihak kedokteran terhadap sopir berinisial J yang menjadi tersangka bahwa ia memiliki riwayat penyakit epilepsi.

"Diduga sampai dengan saat ini hasil pemeriksaan dari pihak kedokteran kepolisian dan juga dari labfor kepolisian memang si pengemudi B 7477 ini punya bawaan penyakit riwayat kesehatan epilepsi," jelas Yusri.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved