Breaking News:

Virus Corona

Diabetes & Hipertensi Jadi Penyebab Sebagian Besar Kematian Covid-19 Malaysia, Bagaimana Indonesia?

Kemenkes Malaysia mengatakan, sebagian besar kasus kematian Covid-19 Malaysia disebabkan komorbid diabetes dan hipertensi, lalu Indonesia bagaimana?

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi pemakaman pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan bahwa sebagian besar orang yang meninggal dunia karena Covid-19 di Malaysia menderita komorbid diabetes dan hipertensi.

Pada 28 Oktober lalu, 37,3 persen kematian akibat Covid-19 di tahun 2021 memiliki latar belakang diabetes, di mana 4 orang dari 10 kasus kematian menderita dibaetes.

Jumlah itu mengalami sedikit penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2020, di mana 38,8 persen kematian akibat Covid-19 dialami oleh mereka yang menderita diabetes.

"Secara global, kita tahu bahwa orang yang hidup dengan penyakit tidak menular berisiko tinggi terkena infeksi yang lebih serius dan kematian akibat Covid-19."

"Terutama untuk orang yang hidup dengan diabetes, terlebih jika kondisi mereka tidak terkontrol dengan baik," kata wakil direktur divisi pengendalian penyakit Kemenkes Malaysia, Feisul Idzwan Mustapha.

Baca juga: Kebakaran Tangki Pertamina di Cilacap: Api Berhasil Dipadamkan Total, Operasional Kembali Normal

Baca juga: Penelitian: Vaksin Covid-19 Buatan India Covaxin 77,8 Persen Efektif Tangkal Virus Corona

Baca juga: Kemenkes RI: Sudah Ada 22 Turunan Virus Corona Varian Delta Teridentifikasi di Indonesia

Feisul menambahkan bahwa ketika seorang pasien diabetes terinfeksi Covid-19, ada potensi efek yang lebih parah, termasuk peradangan.

Dilaporkan bahwa satu dari lima orang dewasa atau diperkirakan 3,9 juta orang hidup dengan diabetes di Malaysia.

Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan bahwa ia mengkhawatirkan sekitar setengah dari jumlah tersebut tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit ini.

Ilustrasi tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19.
Ilustrasi tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19. (Anadolu Agency)

Baca juga: WHO Nantikan Pengembangan Vaksin Covid-19 yang Diberikan Melalui Hidung dan Oral

Baca juga: Obat Covid-19 Buatan Pfizer Kurangi Risiko Gejala Berat dan Kematian sebesar 89 Persen

Lantas, bertepatan dengan Hari Diabetes Sedunia pada Minggu (14/11/2021), Wakil Presiden Diabetes Malaysia, Jong Koi Chong pun mengimbau masyarakat untuk melakukan skrining secara rutin dan mengenali bahaya diabetes.

"Prevalensi diabetes di antara individu yang lebih muda berusia antara 18 dan 40 tahun telah berlipat ganda selama 15 tahun terakhir."

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved