Breaking News:

Kemenag RI Mulai Cairkan Insentif Rp66 Miliar untuk 44.000 Guru PAI Non-PNS di Indonesia

Kemenag mencairkan bantuan insentif tersebut dengan total anggaran sebesar Rp66 miliar untuk 44.000 guru PAI non PNS seluruh Indonesia.

Editor: Rizki A
TribunTimur.com
Ilustrasi uang - Kemenag mencairkan bantuan insentif dengan total anggaran sebesar Rp66 miliar untuk 44.000 guru PAI non-PNS seluruh Indonesia. 

TRIBUNTERNATE.COM - Bantuan insentif bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai dicairkan.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) mencairkan bantuan insentif tersebut dengan total anggaran sebesar Rp66 miliar untuk 44.000 guru PAI non PNS seluruh Indonesia.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bantuan insentif merupakan tambahan penghasilan yang diberikan kepada guru PAI non PNS pada sekolah yang belum tersertifikasi dan belum mendapatkan tunjangan profesi guru.

“Bantuan insentif bagi guru PAI non PNS, merupakan afirmasi Kemenag bagi kesejahteraan guru PAI di sekolah,” kata Yaqut melalui keterangan tertulis, Kamis (18/11/2021).

Yaqut berharap bantuan insentif ini akan memotivasi guru PAI non PNS untuk bekerja lebih baik dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Dilantik Jadi Panglima TNI, Ini Pesan dari Marsekal Hadi Tjahjanto

Baca juga: Pengamat: Ada 4 Isu yang Mendesak dan Butuh Perhatian dari Andika Perkasa dan Dudung Abdurrachman

Baca juga: Dudung Abdurachman Dilantik jadi KSAD, Miliki Kekayaan Rp 1 M, Harta Properti Senilai Rp 640 Juta

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani menambahkan, anggaran Rp66 miliar diperuntukkan bagi 44.000 guru PAI non PNS pada Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta Sekolah luar Biasa (SLB) di semua tingkatan.

Ali Ramdhani mengungkapkan masing-masing guru akan mendapatkan Rp1,5 juta dipotong pajak. Insentif ini akan dikirim langsung ke rekening masing-masing.

“Tidak dibenarkan adanya pengurangan, pemotongan, atau pungutan dengan alasan apa pun, dalam bentuk apa pun, dan oleh pihak mana pun, kecuali pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan/atau biaya transfer antarbank," tutur Ali Ramdhani.

Ramdhani menambahkan, insentif tahun anggaran 2021 diberikan kepada Guru PAI non PNS yang memenuhi syarat sebagai penerima dengan ditetapkan melalui aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA) berdasarkan urutan prioritas.

Berikut kriteria penerima insentif guru PAI Non PNS:
1. Guru PAI bukan PNS yang masih aktif mengajar di TK, SD/LB, SMP/LB, SMA/LB atau SMK,
2. Terdata dalam SIAGA per-Maret 2021,
3. Bukan penerima Tunjangan Profesi Guru,
4. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK),
5. Belum Memasuki Usia Pensiun.
6. Lama pengabdian sebagai pendidik, dibuktikan dengan surat keterangan terhitung mulai tanggal mengajar, dan

“Guru yang telah lama mengabdi, menjadi salah satu prioritas,” jelas Ramdhani.

“Guru yang memiliki kualifikasi pendidikan juga menjadi pertimbangan untuk menjadi skala prioritas,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kemenag Cairkan Insentif Rp 66 Miliar untuk 44.000 Guru Pendidikan Agama Islam Non PNS

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved