BMKG Minta Warga Dekat Pantai di NTT Waspada Gempa Susulan, Segera Evakuasi jika Rasakan Goyangan

Dwikorita menjelaskan, apabila warga di dekat pantai merasakan goyangan seperti diayun-ayun maka harus segera melakukan evakuasi.

instagram.com/@jokowi
Ilustrasi gempa bumi - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG), Dwikorita Karnawati meminta warga di dekat pantai agar waspada akan adanya gempa susulan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG), Dwikorita Karnawati resmi mencabut peringatan dini tsunami akibat gempat yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (14/12/2021), sekira pukul 11.20 WITA.

Meskipun sudah mencabut peringatan dini tsunami, Dwikorita tetap meminta warga di dekat pantai agar waspada akan adanya gempa susulan.

Dwikorita menyebut ada kemungkinan gempa susulan dapat menyebabkan tsunami.

Hal ini disampaikan Dwikorita lewat konferensi pers di kanal YouTube Info BMKG, Selasa (14/12/2021).

Sejumlah daerah yang disebut oleh Dwikorita adalah wilayah di utara pantai di Flores, Flores Timur, dan bagian utara Pulau Lembata.

"Meskipun tetap tenang dan sudah bisa kembali, namun apabila sewaktu-waktu merasakan guncangan yang kuat di tepi pantai," tegas Dwikorita.

Dwikorita menjelaskan, apabila warga di dekat pantai merasakan goyangan seperti diayun-ayun maka harus segera melakukan evakuasi.

"Atau mengayun cukup lama sampai lebih dari 10 hitungan, mohon mencari tempat yang lebih tinggi," ujarnya.

Baca juga: BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Dampak Gempa di NTT: Sudah Bisa Kembali

Baca juga: Penjelasan BMKG dan Catatan Sejarah tentang Pacitan yang Disebut Rawan Gempa Bumi dan Tsunami

Dwikorita meminta apabila merasa mau jatuh maka warga tak perlu menunggu sirine untuk melakukan evakuasi menjauh dari tepi pantai.

"Mohon segera menuju tempat yang lebih tinggi meskipun sirine belum berbunyi," terang Dwikorita.

"Goyangan gempa yang membuat bapak ibu merasa oleng, kalau bapak ibu ada di tepi pantai, bisa menjadi peringatan dini tsunami," ujarnya.

BMKG cabut peringatan dini tsunami

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG), Dwikorita Karnawati menyampaikan konferensi pers terkait gempa di NTT, Selasa (14/12/2021).
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG), Dwikorita Karnawati menyampaikan konferensi pers terkait gempa di NTT, Selasa (14/12/2021). (Youtube/Info BMKG)

Dwikorita menjelaskan, peringatan dini tsunami awalnya dikeluarkan karena terjadi kenaikan muka air laut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan tingkat ancaman waspada," kata dia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved