Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Di Tengah Ancaman Omicron, 37.214 WNI telah Pergi ke Luar Negeri Jelang Natal dan Tahun Baru

Sebanyak 37.214 Warga Negara Indonesia (WNI) sudah terbang ke keluar negeri menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

WARTA KOTA/Nur Icsha
Suasana area Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, terlihat lengang, Rabu (1/4/2020). Pemerintah memberlakukan larangan masuk bagi WNA yang berlaku mulai Kamis (2/4/2020) hingga batas waktu yang tidak ditentukan, bahkan sejumlah maskapai penerbangan mengcancel penerbangannya. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sebanyak 37.214 Warga Negara Indonesia (WNI) sudah terbang ke keluar negeri menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Data tersebut tercatat pada perlintasan keluar-masuk Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta periode 1-16 Desember 2021.

Sementara, WNI yang tiba di Indonesia dari luar negeri tercatat sejumlah 40.557 orang.

"Untuk WNI, tercatat kedatangan sebanyak 40.557 dan keberangkatan sebanyak 37.214, sehingga total perlintasan WNI yaitu 77.771," kata Kepala Sub Bagian Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Ahmad Nursaleh dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/12).

Baca juga: Mahfud MD Minta Aparat Usut Tuntas Dugaan Pungli Rp40 Juta dalam Kasus Karantina Rachel Vennya

Adapun Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada periode yang sama sebanyak 13.931 orang.

Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno Hatta juga mencatat WNA yang keluar dari Indonesia sebanyak 14.421 orang. Sehingga total perlintasan WNA yaitu 28.352 orang.

"Dari angka tersebut, didapatkan jumlah perlintasan masuk-keluar WNI dan WNA sejak awal Desember hingga hari ini adalah 106.123," tutur Ahmad.

Kepergian dan kedatangan ribuan WNI dan WNA tersebut terjadi di tengah ancaman varian baru Covid-19 Omicron.

Kasus Pertama Omicron Terdeteksi di Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kemarin mengumumkan pasien pertama positif Covid-19 varian Omicron.

Kasus tersebut dideteksi pada seorang petugas pembersih di Wisma Atlet setelah sebelumnya positif Covid-19 melalui tes PCR.

Hasil spesimen petugas berinisial N tersebut kemudian dibawa di Balitbangkes pada 10 Desember untuk diperiksa menggunakan metode whole genome sequencing (WGS) dan diketahui positif Covid-19 varian Omicron pada Rabu (15/12).

Pasien N kini masih menjalani isolasi mandiri di RSDC Wisma Atlet kendati telah negatif Covid-19 dari hasil tes PCR kedua.

Namun selain pasien N, Kementerian Kesehatan juga mendeteksi lima orang probable Omicron, dua kasus adalah WNI yang baru kembali dari Amerika Serikat dan saat ini sedang diisolasi di Wisma Atlet.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved