Kamis, 23 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Dikecam Gara-Gara Masalah Bahasa Sunda, Ini Pembelaan Arteria Dahlan

Merasa pernyataannya dipelintir, Arteria pun mengungkapkan pembelaannya soal kejadian tersebut.

Dok. Humas DPR
Arteria Dahlan, Deputi Penerangan Masyarakat untuk Satgas Covid-19 DPR RI memberikan keterangan pers terkait tiga aksi nyata Satgas Covid-19, Minggu (19/4/2020). Terbaru, merasa pernyataannya soal bahasa Sunda dipelintir, Arteria pun mengungkapkan pembelaannya soal kejadian tersebut. 

TRIBUNTERNATE.COM - Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, memberikan pembelaan atas kecaman terhadap dirinya terkait persoalan Bahasa Sunda.

Diketahui, ia menjadi bahan perbincangan lantaran pernyataannya yang meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mencopot seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbicara menggunakan bahasa Sunda dalam forum rapat.

Merasa pernyataannya dipelintir, Arteria pun mengungkapkan pembelaannya soal kejadian tersebut.

Menurut Arteria, dalam rapat kerja (raker) kala itu, ia membicarakan banyak hal.

Namun, ia menyayangkan malah persoalan Bahasa Sunda yang menjadi perhatian.

"Kemarin rapat kerja, rapat kerja Komisi III dengan Kejaksaan Republik Indonesia."

"Saya bicara 15 menit lebih, banyak hal yang kita bicarakan, tapi memang yang di-highlight, isunya, diplintir," kata Arteria dalam pernyataannya yang disiarkan di tvonenews, Rabu (19/1/2022) malam.

Baca juga: Desak Arteria Dahlan Minta Maaf ke Warga Sunda, Wagub Jabar Siap Kerahkan Massa untuk Kepung DPR RI

Baca juga: Arteria Dahlan Minta Kajati Berbahasa Sunda Dicopot, Ridwan Kamil Imbau Minta Maaf ke Orang Sunda

Ia menyayangkan dirinya seolah-olah dipersepsikan seperti menganggap menggunakan Bahasa Sunda adalah sebuah kejahatan.

"Seolah menggunakan Bahasa Sunda itu kejahatan, padahal tidak ada sama sekali pembicaraan saya terkait itu," belanya.

Menyinggung bahwa ia dekat dengan Jaksa Agung, ia mengatakan, dirinya tidak mendiskreditkan orang Sunda

Ia juga mengatakan, banyak orang sekitarnya yang juga merupakan orang Sunda.

Oleh karena itu, menurutnya, tidak mungkin ia mendiskreditkan orang Sunda.

"Saya juga ingin meluruskan, bukan saya mendiskreditkan. Pak Jaksa Agung, Ibu Mia, itu orang Sunda, itu keluarga saya udah kayak orang tua saya sama mereka."

"Sekitar saya itu orang sunda semua."

"Jadi tidak mungkin kami mendiskreditkan orang Sunda. Kok tiba-tiba bisa dipelintir seperti itu," tuturnya.

Video selengkapnya.

Kronologi

Peristiwa itu bermula saat Arteria menyatakan harapannya agar Kejaksaan Agung (Kejagung) bersikap profesional dalam bertugas.

"Saya minta betul kita profesional, saya sama Pak JA (Jaksa Agung) ini luar biasa sayangnya, Pak," kata Arteria dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Kejagung, Senin (17/1/2022) seperti dikutip dari Kompas.com.

Tiba-tiba saja, dia mengungkapkan adanya Kajati yang berbahasa Sunda ketika rapat. Padahal, menurut Arteria, seorang Kajati haruslah berbahasa Indonesia ketika rapat.

"Ada kritik sedikit Pak JA, ada Kajati Pak dalam rapat, dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti Pak itu," pinta Arteria.

Baca juga: Mendadak Posting Foto Lord Rangga Sunda Empire, Ridwan Kamil: Kira-kira Bapak Ini Ngomong Apa

Baca juga: Sosok Rusdi Karepesina, Pria yang Ngaku Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara saat Ditilang Polisi

Hal itu dinilai harus menjadi pertimbangan bagi Jaksa Agung untuk mengganti Kajati yang dimaksud.

Dalam memimpin rapat, seorang Kajati dinilai Arteria perlu menggunakan bahasa Indonesia agar tidak menimbulkan salah persepsi orang yang mendengarnya.

"Kita ini Indonesia, Pak. Nanti orang takut, kalau pakai bahasa Sunda ini orang takut, ngomong apa, sebagainya. Kami mohon yang seperti ini dilakukan tindakan tegas," ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsyi meminta Arteria berhati-hati dalam berbicara. Pasalnya, Aboe menyebut bahwa Jaksa Agung pun merupakan orang Sunda.

"Pak JA orang Sunda loh hati-hati," timpal Aboe Bakar sembari tertawa.

Namun, hingga kini, Arteria tak menjabarkan siapa Kajati yang dimaksud berbahasa Sunda dan layak diganti itu.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved