Nyepi 2022

Di Hari Raya Nyepi, Umat Hindu Tidak Boleh Pergi Keluar Rumah, Apa Alasannya?

Pada Hari Raya Nyepi, umat Hindu akan berdiam diri dan tidak melakukan kegiatan seperti keluar rumah (kecuali sakit dan perlu berobat).

Editor: Rizki A
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Puluhan Umat Hindu dengan mengenakan pakaian adat seba putih dan alat pelindung diri sepeti masker melaksanakan rangkaian upacara Nyepi Melasti di Pantai Marina Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/3/21). Tujuan dari upacara ini adalah untuk penyucian diri menyambut Hari Raya Nyepi. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNTERNATE.COM - Pada Kamis, 3 Maret 2022 besok, umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi 2022.

Nyepi merupakan hari yang suci dan dirayakan pada Tahun Baru Saka, menurut kalender yang digunakan oleh umat Hindu di Bali dan Lombok.

Dengan kata lain, Hari Raya Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender śaka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. 

Pada Hari Raya Nyepi, umat Hindu akan berdiam diri dan tidak melakukan kegiatan seperti keluar rumah (kecuali sakit dan perlu berobat), menyalakan lampu, bekerja, dan lain sebagainya.

Dikutip dari bulelengkab.go.id, alasannya agar tercipta suasana sepi, sepi dari hiruk pikuknya kehidupan, dan sepi dari semua nafsu atau keserakahan sifat manusia.

Selain itu, untuk menyucikan Bhuwana Agung (alam semesta) dan Bhuwana Alit (manusia).

Hari Raya Nyepi memiliki filosofi umat Hindu memohon kepada Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, untuk melakukan penyucian Buana Alit (manusia) dan Buana Agung (alam dan seluruh isinya).

Baca juga: Makna dan Sejarah Hari Raya Nyepi, Berikut Rangkaian Perayaan Nyepi

Baca juga: Hari Raya Nyepi, Ini Makna Nyepi dan Serangkaian Ritualnya, Melasti hingga Ngembak Geni

Sebelum Hari Raya Nyepi akan dilaksanakan serangkaian upacara dan upakara yang bermaksud agar Penyucian Buana Alit dan Buana Agung berjalan dengan lancar.

Rangkaian upacara tersebut berbeda-beda, tergantung dari Genius Local Wisdom dan urun rembug masing-masing daerah serta kebijaksanaan yang ditetapkan bersama.

Hari Raya Nyepi khususnya di Bali memiliki beberapa tahapan, yakni dimulai dari Upacara Melasti, Mecaru, dan Pengerupukan.

Selain itu, Hari Raya Nyepi mengandung arti dan makna yang sangat relevan dengan tuntutan masa kini dan masa yang akan datang.

Melestarikan alam sebagai tujuan utama upacara Tawur Kesanga merupakan tuntutan hidup masa kini dan yang akan datang.

Bhuta Yajña (Tawur Kesanga) mempunyai arti dan makna untuk memotivasi umat Hindu secara ritual dan spiritual agar alam senantiasa menjadi sumber kehidupan.

Sejarah Hari Raya Nyepi

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Tags
Nyepi
Hindu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved