Bank Indonesia
BI Sediakan 66 Lokasi Penukaran Uang Pecahan Kecil di Semua Bank Konvensional Maluku Utara
Sebanyak 66 titik penukaran uang itu tersebar di 10 Kabupaten/kota di Maluku Utara. Dari 66 titik, terdapat di semua bank konvensional di Maluku Utara
Penulis: Laode Havidl | Editor: Mufrid Tawary
Laporan Jurnalis TribunTernate.com: Yunita Kaunar
TRIBUNTERNATE.COM- Untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan penukaran uang kartal, uang pecahan kecil maka Bank Indonesia (BI) menyiapkan 66 titik jaringan penukaran uang di Maluku Utara.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara R. Eko Adi Iriyanto mengemukakan sebanyak 66 titik penukaran uang itu tersebar di 10 Kabupaten/kota di Maluku Utara.
Dari 66 titik, terdapat di semua bank konvensional di Maluku Utara.
Baca juga: BI Provinsi Maluku Utara Sediakan Rp 1,45 Triliun Untuk Penuhi Kebutuhan Uang Tunai Saat Ramadan
Berikut daftar Kabupaten dan Kota di Maluku Utara;
1. Kota Ternate
2. Halmahera Utara
3. Halmahera Tengah
4. Halmahera Selatan
5. Halmahera Barat
6. Halmahera Timur
7. Kabupaten Pulau Morotai
8. Kabupaten Pulau Sula
9 Kabupaten Pulau Taliabu
10. Kota Tidore Kepulauan.
“Meningkatkan layanan pemenuhan/penukaran uang kartal-Uang Pecahan Kecil (UPK) di 66 titik jaringan kantor bank yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara,”jelasnya.
Layanan penukaran uang tersebut, sekaligus menyelenggarakan kegiatan edukasi rupiah dan mengedepankan konten Cinta Bangga dan Paham Rupiah.
“Jadi edukasi rupiah ini kita berkolaborasi dengan tokoh agama, pegiat ekonomi dan keuangan syariah, agar masyarakat dapat mengetahui penggunaan rupiah dengan benar dan telat,”pungkasnya.
Dalam acara Semarak Tarhib Ramadan 1443 H di Dhuafa Center, Kota Ternate, Jumat, (1/3/2022) beberap waktu lalu.
R. Eko Adi Iriyanto mengatakan, selaku otoritas di sistem pembayaran.
Pihaknya menyiapkan uang kartal sebesar Rp 1,45 Triliun guna memenuhi kebutuhan uang tunai selama Ramadan hingga Idul Fitri 1443 H.
Kepada masyarakat BI pun menginisiasi ajakan agar makin bijak dalam memperlakukan uang rupiah.
Sebagai alat pembayaran dan salah satu simbol kedaulatan negara.
"Terlebih lagi pada bulan yang penuh berkah ini, tradisi “Tambaru Doi” berupa kegiatan berbagi rezeki dengan sesama akan meningkatkan kebutuhan uang yang harus kami siapkan ketersediaannya,"Tandas Eko. (*)