Isu Malaysia Klaim Reog Ponorogo Mengemuka, Indonesia Didesak Daftarkan Seni Budaya Itu ke UNESCO

Klaim Malaysia atas kesenian rego sebagai kebudayaan mereka pun mendapat tanggapan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Editor: Rizki A
Kompas.com/Nursita Sari
Pertunjukan reog Ponorogo dalam parade Momo Asian Para Games 2018 di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018). 

TRIBUNTERNATE.COM - Beberapa waktu terakhir, Isu Malaysia mengklaim seni Reog Ponorogo sebagai kebudayaan mereka kembali mengemuka.

Malaysia sendiri menyebut kesenian asli masyarakat Ponorogo, Jawa Timur itu dengan nama barongan.

Selain itu, Malaysia juga dikabarkan akan mendaftarkan kesenian tersebut ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai warisan budaya non-benda.

Klaim Malaysia atas kesenian rego sebagai kebudayaan mereka pun mendapat tanggapan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah meminta seluruh jajarannya bersama Pemkab Ponorogo ikut berjuang agar Reog Ponorogo diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda asli Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia.

Hal itu disampaikan Khofifah Indar Parawansa di sela pemberian apresiasi pada seniman dan juga pemelihara cagar budaya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (8/4/2022) siang.

"Ini menjadi momentum sekaligus pengingat bagi Pemerintah Indonesia dan Jawa Timur khususnya, Bupati Ponorogo untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang bisa memberikan penguatan kepada UNESCO bahwa reog memang adalah warisan budaya tak benda dari Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia," ucap Khofifah Indar Parawansa.

Baca juga: Arab Saudi Izinkan 1 Juta Jemaah Haji, Kemenag Bakal Tetapkan BPIH, Berapa Kuota untuk Indonesia?

Baca juga: BEM SI Demo 11 April 2022, Wiranto: Jika yang Jadi Tuntutan Tidak Mungkin Terjadi, Buat Apa Demo?

Baca juga: Tambah Jabatan, Luhut Binsar Pandjaitan Kini Jadi Ketua Dewan Sumber Daya Air Nasional, Ini Tugasnya

Sehingga, mantan Mensos RI ini menegaskan pentingnya pendokumentasian dan penelusuran sejarah untuk setiap warisan budaya yang dimiliki.

Karena untuk mengakui hal tersebut sebagai bagian dari kekayaan, diperlukan hal-hal administratif sebagai bukti autentik.

"Ini waktunya memang sangat pendek, maksimalisasi untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang terkait dari keabsahan bahwa Reog Ponorogo itu memang terlahir dari Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia, menjadi penting," tandasnya.

Pertunjukan reog Ponorogo dalam parade Momo Asian Para Games 2018 di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018).
Pertunjukan reog Ponorogo dalam parade Momo Asian Para Games 2018 di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018). (Kompas.com/Nursita Sari)

Sementara itu, diakui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Sinarto, persoalan pendokumentasian sejarah masih menjadi kelemahan.

Sesuai arahan Gubernur Khofifah, ia secara intensif melakukan koordinasi dengan Kabupaten Ponorogo untuk mencoba menerjemahkan beberapa persyaratan yang nantinya oleh Kemendikbud dipersyaratkan dalam rangka pemenuhan pengajuan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia ke UNESCO.

"Seperti yang disampaikan oleh gubernur, bahwa soal sejarah memang kita punya kelemahan, kadang-kadang telat menulis daripada perjalanan kebudayaan, Nah inilah yang harus diperhatikan dan menjadi lebih serius," pungkasnya.

Sebagaimana ramai diberitakan dalam beberapa waktu belakangan, bahwa Negara Malaysia mengklaim bahwa Reog Ponorogo adalah kebudayaan milik mereka.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved