Ekspor Maluku Utara
Suhardi Raup Untung Rp 60 Juta Sekali Ekspor Kepiting dari Ternate ke Singapura
Suhardi Memilih Ekspor Kepiting Bakau dari Ternate-Singapura 150 Kilogram Bisa Dapat Rp 60 Juta.
Penulis: Laode Havidl |
TRIBUNTERNATE.COM - Pemilik CV. Koperasi Sinar Laut Malut, Suhardi, menjelaskan Kepiting Bakau Ternate yang diekspor ke Singapura adalah hasil dari tangkapan nelayan di beberapa tempat di Maluku Utara.
Ekspor Kepiting dikirim melalui Bandara Udara Internasional Sultan Babullah Ternate. Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara Kota Ternate Maluku Utara, Minggu (10/4/2022).
Penangkapan Kepiting Bakau dilakukan oleh 12 nelayan, di beberapa perairan Halmahera.
Seperti Halmahera Timur, dan Halmahera Tengah Weda. Ada pun Halmahera Barat, Jailolo, Halmahera Selatan, Bacan, Obi ditambah Pulau Morotai.
Dari 12 Nelayan tersebut satu orang bisa mendapatkan 20 kilo.
“Ini kita tangkapan dua hari baru diekspor, kita juga beli dari nelayan, dalam sehari satu nelayan bisa dapat 20 kilogram,”ungkap Suhari, ketika diwawancarai usai melakukan ekspor di Bandara Udara Internasional Sultan Babullah Ternate.
Untuk ekspor saat ini sebanyak 210 ekor dengan berat 150 kilogram.
Ongkos pengiriman dari Ternate - Singapura Rp 38 ribu per kilogram, artinya 150 kilogram ongkos pengiriman mencapai Rp 5.700 ribu.
Sementara 1 kilogram kepiting Bakau di Singapura dibeli dengan harga Rp 400 ribu. Dari 150 Kilogram yang diekspor bisa memperoleh uang sebesar Rp 60 juta.
Untuk penjualan di Jakarta 1 kilogram dibeli dengan harga Rp 300 ribu.
Untuk pembelian lokal 1 kilogram dibeli dengan harga Rp 120 ribu.
“Kita jual keluar untuknya lebih besar, selama ini kita biasanya jual ke Jakarta, namun jika ekspor lebih menguntungkan kita akan memilih tetap ekspor,”pungkasnya. (*)