Kemenkes Ungkap Tanda-tanda Hepatitis Akut pada Anak, Ini Tahapan Gejala yang Ringan hingga Gawat

Ilmuwan utama Kemenkes untuk kasus hepatitis akut, Hanifah Oswari mengungkapkan tanda-tanda gejala hepatitis akut mulai dari yang ringan hingga berat.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Ilustrasi pasien anak. 

TRIBUNTERNATE.COM - Baru-baru ini, tiga anak di DKI Jakarta dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit hepatitis akut misterius.

Diketahui, penyakit yang penyebabnya masih dalam penyelidikan ini telah terjadi di sejumlah negara seperti Eropa, Amerika, dan Asia.

Dokter Hanifah Oswari, dokter anak konsultan Gastrohepatologi yang juga ilmuwan utama Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) untuk kasus ini mengungkapkan bahwa penyakit ini tidak disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, dan E.

Namun, penyebabnya belum diketahui secara pasti dan masih dalam penyelidikan.

Selain itu, dr Hanifah juga menyebutkan bahwa penyakit ini rata-rata menyerang anak usia di bawah 16 tahun.

"Kasus yang ini (hepatitis akut) bukan disebabkan oleh virus hepatitis A B C dan E ini," tutur dr Hanifah Oswari dikutip dari Press Conference di YouTube Kementerian Kesehatan RI, Kamis (5/5/2022).

"Lebih khususnya lagi, dia khusus menyerang anak-anak di bawah usia 16 tahun. Tapi, lebih banyak lagi di bawah usia 10 tahun," lanjutnya.

Lebih lanjut, dr Hanifah menjelaskan tanda-tanda anak terserang hepatitis akut.

Tanda-tanda gejala tersebut dijelaskan mulai dari yang ringan hingga yang sudah memasuki fase gawat.

Baca juga: Kajian Awal di Israel Sebut Hepatitis Akut Berkaitan dengan Virus Corona Subvarian Omicron BA.2

Baca juga: Ada Dugaan Hepatitis Akut Mengarah ke Covid-19, Ini Penjelasan Pakar Epidemiologi

Menurut dr Hanifah, gejala pertama yang bisa menjadi penanda bahwa anak mengalami hepatitis akut adalah saat anak mengalami gangguan di saluran pencernaannya.

"Kita melihat dari laporan-laporan kasus yang sudah ada bahwa laporannya itu mulainya dengan gejala gastrointestinal terlebih dahulu, seperti misalnya diare, mual, muntah, sakit perut yang kadang-kadang disertai dengan demam ringan," terang dr Hanifah.

Kemudian, kata dr Hanifah, tanda-tanda hepatitis akut berikutnya adalah warna urine yang berubah menjadi lebih pekat seperti teh atau warna feses yang berubah menjadi pucat.

Selanjutnya, tanda hepatitis akut pada anak telah mencapai tingkat yang lebih berat yakni saat mata atau kulit berwarna kuning.

"Kemudian berlanjut dengan gejala yang ke arah hepatitis, yaitu anaknya mengeluarkan buang air kecil seperti teh, buang air besar pucat, dan matanya atau kulitnya kalau diperhatikan berwarna kuning," jelas dr Hanifah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved