Ekspor Maluku Utara Didominasi Hasil Tambang, Ikan Tuna Mulai Merangkak Naik

Ekspor barang tambang sendiri berasal dari dari PT IWIP dan Harita Group dengan negara tujuan China, Singapura, Hongkong dan Perancis.

Tribunternate.com/Yunita Kaunar
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Ternate. Ajar Septian Aditama. 

TRIBUNTERNATE.COM - Ekpor Maluku Utara periode Januari - April didominasi hasil pertambangan sebesar 2,784 Miliar.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Ternate, Ajar Septian Aditama, menyampaikan, sejauh ini tambang masih mendominasi Ekspor Maluku utara.

Ekspor barang tambang sendiri berasal dari dari PT IWIP dan Harita Group dengan negara tujuan China, Singapura, Hongkong dan Perancis.

“Sementara pendapatan untuk devisa negara sebesar Rp 2,784 US dolar untuk Januari - April,” katanya.

Sementara non tambang didominasi oleh perikanan, dengan negara tujuan singapura dan Vietnam, China dengan devisa ekspor sebesar Rp 1,12 US dollar.

“Produk no tambang, berupa ikan kepiting bakau. Namun mendominasi merupakan ikan frozen,” ungkapnya.

Ekspor pada sektor perikanan ini, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnnya masih relatif sama.

“Bea cukai terus mendorong, ekspor pada sektor non tambang terutama pada sektor UMKM,” ujarnya.

Ia mengaku, Bea cukai mempunyai target di tahun ini harus melakukan dua jenis ekspor perdana. Dan Keduanya sudah terpenuhi untuk tahun ini.

“Namun untuk sosialisasi terus dilakukan untuk sektor UMKM,” katanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved