Realisasi PAD Kota Ternate Tahun 2021 Mencapai 94,15 persen, Berikut Rinciannya

Resapan APBD Kota Ternate tahun 2021 sebesar 94,15 persen, dengan capaian 70,69 persen.

Penulis: Yunita Kaunar | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/Yunita Kaunar
Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, Kamis (09/06/2022) 

TRIBUNTERNATE.COM - Pemerintah Kota Ternate menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2021 bertempat di Kantor DPRD Ternate, Kamis (9/06/2022).

Resapan APBD Kota Ternate tahun 2021 sebesar 94,15 persen, dengan capaian 70,69 persen.

Laporan tersebut disampaikan Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman.

Dia mengatakan dari berbagai upaya Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah telah menghasilkan pendapatan daerah dari target sebesar Rp. 1.019.464.960.130,58, triliuan dan realisasinya sebesar Rp. 959.822.809.053,62 miliar atau mencapai 94,15 persen.

Pada tahun 2021 target PAD sebesar Rp. 123.097.508.130,58 Triliun dan mampu terealisasi sebesar Rp. 87.015.172.2298,96 miliar atau sebesar 70,69 persen.

Realisasi PAD ini terdiri dari penerimaan pajak daerah sebesar Rp. 59.028.041.466,18 Miliar atau 102,79 persen, retribusi daerah sebesar Rp.18.044.142.365,00 miliar atau sebesar 54,52 persen, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 7.455.712875,93 miliar atau sebesar 26,56 persen dan Kekayaan Daerah yang dipisahkan sebesar Rp.2.487.275.591,85 miliar atau sebesar 55,27 persen.

Baca juga: Berikut Enam Ranperda yang Diusulkan Wali Kota Ternate

Baca juga: Warga Mangga Dua Unjuk Rasa Desak Wali Kota Ternate Tuntaskan Mafia Tanah

Sementara Dana Transfer tahun 2021, sambung Tauhid, dari target Pendapatan Transfer sebesar Rp. 863.492.082.000,00 miliar terealisasi sebesar Rp. 848.383.083.039,00 miliar atau sebesar 98,25 persen.

Realisasi penerimaan ini adalah merupakan kontribusi dari penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak dan Bukan Pajak, DAU, DAK dan Dana Penyesuaian.

"Untuk lain-lain Pendapatan Daerah yang sah tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp. 32.875.370.000,00 miliar dan terealisasi sebesar Rp.24.424.553.715,66 miliar" ucap Tauhid.

Selain itu, sambung Tauhid, dari aspek Belanja Daerah yang dialokasikan mencapai Rp. 1.015.934.112.918,00 triliun dengan jumlah realisasinya mencapai Rp. 942.244.218.469,70 miliar atau sebesar 92,75 persen, dengan penggunaan belanja dari Realisasi belanja operasi mencapai Rp. 753.327.209.022,70 miliar atau sebesar 92.48 persen dari rencana anggaran sebesar Rp. 814.626.478.827,00 miliar.

Realisasi belanja modal yang terdiri dari realisasi program/kegiatan OPD Tahun 2020 mencapai Rp. 168.732.167.447,00 miliar atau sebesar 95,70 persen dari rencana anggaran sebesar Rp. 176.307.634.091,00 miliar, dimana pada tahun 2021 sudah tercatat sebanyak 264 program dan 753 kegiatan dengan masing-masing program dan kegiatan berdasarkan urusan pelayanannya

"Program kegiatan ini teridiri dari urusan wajib pelayanan dasar sebanyak 54 program dan 187 kegiatan, urusan wajib bukan pelayanan dasar sebanyak 107 program dan 253 kegiatan, urusan pilihan sebanyak 39 program dan 91 Kegiatan, dan urusan pemerintah fungsi penunjang sebanyak 64 program dan 222 kegiatan," sebutnya.

Untuk belanja bantuan hibah selama tahun 2021 sebesar Rp. 21.728.971.035,00 miliar dengan realisasinya mencapai Rp. 11.277.106.320,00 miliar atau sebesar 51,90 persen.
Sedangkan untuk Belanja Sosial selama Tahun 2020 mencapai Rp. 1.987.000.000,00 miliar dengan realisasi mn Rp. 1.987.000.000,00 miliar atau sebesar 100 persen.

"Kemudian untuk Belanja Tidak Terduga selama waktu yang sama, dianggarkan sebesar Rp. 25.000.000.000,00 telah dapat direalisasikan sebesar Rp. 20.184.842.000,00 atau sebesar 80,74 persen," sambungnya.

Tauhid menambahkan, akhir dari laporan pelaksanaan pertanggungjawaban APBD ini berkaitan dengan pembiayaan berupa transaksi keuangan daerah yang dimaksudkan untuk menutup selisih antara Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah. Dalam perkembangan anggaran pembiayaan pada Tahun 2021 meliputi Penerimaan Pembiayaan Daerah Realisasi Penerimaan Pembiayaan Daerah selama Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp. 3.530.847.212,58 miliar yang berasal dari penggunaan sisa lebih tahun lalu.

"Sementara Pengeluaran Pembiayaan Daerah Dapat kami informasikan realisasi Pengeluaran Pembiayaan Daerah selama Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp. 00,0 dari rencana anggaran sebesar Rp. 00,0 atau sebesar 00,0 persen," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved