Daniel Soplely: Menyambut HUT GPM ke-87 di Ternate, Jadi Momentum Menuju Pendewasaan Iman

Menyambut HUT Gereja Protestan Maluku (GPM) ke-87 pada 6 September 2022 mendatang, sejumlah rangkaian kegiatan akan dilaksanakan.

Penulis: Randi Basri | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/Randi Basri
Pendeta Nyonya Gloria G Malaihollo menerima persembahan syukur tahunan dalam kebaktian etnik batak, yang berlangsung di Gereja Protestan Maluku (GPM) Immanuel atau Gereja Ayam Ternate, Minggu (28/8/2022) 

TRIBUNTERNATE.COM- Menyambut HUT Gereja Protestan Maluku (GPM) ke-87 pada 6 September 2022 mendatang, sejumlah rangkaian kegiatan akan dilaksanakan.

Antara lain, pekan bina keluarga GPM yang berlangsung di seluruh jemaat-jemaat GPM di seluruh Indonesia, termasuk Kota Ternate.

Pekan bina keluarga GPM kali ini mengangkat tema 'Takut akan Tuhan, seisi rumahmu diberkati’. 

Sekretaris Majelis Jemaat GPM Imanuel atau lebih dikenal dengan Gereja Ayam Ternate, Penatua Daniel Soplely mengatakan, di Ternate, pekan bina keluarga rencananya diselenggerakan dalam bentuk kebaktian Etnik Batak.

Ini tujuannya untuk mempertegas eksistensi GPM sebagai Gereja orang Basudara dan tentunya Gereja yang multikultur dengan tetap memperhatikan realitas konteks dan ajaran-ajaran GPM.

Nantinya, bertindak sebagai pelayan firman yaitu, Pdt Ny Gloria G Malaihollo.

Dalam khotbahnya nanti akan menekankan makna Takut akan Tuhan dalam perspektif iman Kristen.

"Takut akan Tuhan berarti menuntun keluarga kita untuk setia melakukan kehendaknya. Jadi itu sesuai dengan tema dalam menyongsong HUT GPM ke-87 di tahun 2022 ini,"kata Penatua Daniel Soplely, Minggu (28/8/2022).

Baca juga: Anggota Polisi di Maluku Utara Dilarang Mudik selama Natal dan Tahun Baru

Sebagai contoh lanjut Penatua Daniel Soplely, para jemaat tidak hanya sibuk dengan urusan pekerjaan, bisnis, atau nonton sinetron di rumah berhari-hari hingga lupa membawa keluarga dalam persekutuan ibadah.

Apalagi hakekat ibadah adalah persekutuan. Di dalam ibadah, jemaat tidak hanya merawat relasi baik dengan Tuhan, tapi juga dengan orang-orang yang berada di sekeliling.

Takut akan Tuhan berarti hidup di dalam kerendahan hati dan kebaikan. Bukan menyombongkan diri dengan status social sebagai orang penting dalam sebuah persekutuan, atau larut dalam dendam dan kebencian.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved