Unjuk Rasa Desak Bawaslu RI untuk Tidak Menetapkan Calon Bawaslu Maluku Utara Bermasalah

Disinyalir salah satu calon anggota Bawaslu Maluku Utara berafiliasi dangan partai politik, sejumlah massa gelar aksi di depan kantor Bawaslu RI.

Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Istimewa
PROTES: Gerakan Masyarakat Pro Demokrasi gelar aksi untuk meminta Bawaslu RI tidak menetapkan seorang calon anggota Bawaslu Maluku Utara, karena disinyalir berafiliasi dengan partai politik, Jumat (9/9/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Gerakan Masyarakat Pro Demokrasi mendesak Bawaslu RI, untuk tidak menetapkan calon anggota Bawaslu Maluku Utara, yang diduga kuat berafiliasi dengan Partai Politik.

Mereka menyampaikan itu melalui unjuk rasa di Kantor Bawaslu RI di Jakarta, pada Jumat (9/9/2022).

Ikbal M selaku Koordinator aksi dalam orasinya menegaskan, bahwa mendukung penuh Bawaslu RI untuk tidak menetapkan, calon anggota Bawaslu Maluku Utara yang diduga berafiliasi dengan Partai Politik.

Baca juga: Sembilan Dump Truk Milik Pemkab Morotai Tak Bisa Beroperasi Lantaran Kehabisan Bensin

"Kami minta Bawaslu RI agar tidak meloloskan satu calon anggota Bawaslu Maluku Utara, yang diduga punya masalah dengan hukum, "teriak Ikbal M dari atas truk.

Terkait masalah ini, Hastomo Bakri, akademisi di Maluku Utara menyoroti dugaan salah satu anggota Bawaslu Maluku Utara, yang berafiliasi dengan Partai Politik.

Baca juga: Dinas Perhubungan Siapkan 15 Unit Mini Bus untuk Tamu Sail Tidore 2022

"Calon anggota Bawaslu Maluku Utara inisial AYN disinyalir berafiliasi dengan partai politik. Itu terbukti dengan postingan di akun facebook pribadinya, "katanya.

"Bagi saya calon-calon yang diduga berafiliasi dengan Partai Politik, tapi lolos ke tahapan selanjutnya sangat potensial mencederai prinsip independensi, "tamba Hastomo Bakri. (*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved