Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Saat USG Sempat Disebut Kembar 2, Ibu Ini Ternyata Melahirkan 4 Anak, Dinamai dari Asmaul Husna

Sosok pasutri yang anaknya kembar empat di NTB itu adalah M Umar (35) dan Siti Nursiah (35).

Editor: Ifa Nabila
Dok. RSUD Prov NTB
Bayi kembar 4 tengah menjalani perawatan di ruang NiCU RSUD Provinsi NTB sejak kelahirannya 7 September 2022 hingga saat ini. Kejadian itu merupakan hal langka dalam ilmu kedokteran sehingga tim dokter menyiapkan tim sebaik mungkin merawat keempat bayi laki laki kembar itu. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kabar bahagia datang dari sebuah keluarga di NTB.

Seorang ibu baru saja melahirkan bayi kembar empat.

Anak yang dikandung berjumlah empat diketahui saat proses USG terakhir.

Baca juga: Dinamakan Hutri Dirgahayu DJ Goraahe, Bayi Perempuan di Halmahera Utara yang Lahir Saat HUT RI ke 77

Sedangkan saat USG di awal sempat diketahui hanya tampak dua bayi kembar.

Sosok pasutri itu adalah M Umar (35) dan Siti Nursiah (35).

Awalnya, M Umar memeriksakan istrinya di RSUD Kota Bima. Pemeriksaan awal dokter mengatakan kembar dua.

Baca juga: Temui Titik Terang, Kasus Bayi Meninggal karena Dipaksa Lahir Normal di RSUD Jombang Berakhir Damai

Kemudian, pada pemeriksaan ultrasonografi atau USG kedua, dokter menyatakan kandungan Siti Nursiah kembar.

Lalu, pada USG ketiga, saat kandungan Siti Nursiah berusia 7 bulan, dokter penyebut bahwa Siti Nursiah mengandung anak kembar empat.

"Begitu dokter mengatakan kembar empat saya langsung minta dirujuk ke RSUD Provinsi NTB. Saya takut saja karena kembar empat takut terlambat penanganan, saya cepat-cepat minta rujukan, sampai di Mataram, satu hari langsung dioperasi," kata Umar di RSUD Provinsi NTB di Mataram, Kamis (8/9/2022).

Meski tidak mengikuti proses persalinan, Umar berdoa agar anak dan istrinya selamat.

Dia bersyukur anak ketiga hingga keenamnya itu lahir selamat dan sehat.

Sejauh ini, bayi laki-lakinya belum disusui langsung oleh ibunya karena masih dalam inkubator.

Umar mengatakan, anaknya masih dalam perawatan penuh dokter karena semua berat badan mereka di bawah 2 kilogram atau 2.000 gram.

Bayi yang lahir pertama dengan berat badan 1.350 gram, bayi kedua 1.370 gram, bayi ketiga 1.100 gram dan bayi keempat lahir dengan berat badan 1.195 gram.

Sudah diberi nama

Bayi kembar empat yang lahir melalui operasi sesar di RSUD Provinsi NTB, Rabu (7/9/2022) pukul 08.30 Wita, itu sudah diberi nama.

Umar, sang ayah, mengaku telah menyiapkan nama pada empat pangerannya itu.

"Satu Al Zikri, kedua Al Zikru, yang ketiga Al Zabar, yang keempat Al Mu'azim. Saya ambil dari Asmaul Husna. Mudah-mudahan mereka sehat semua dan berguna bagi nusa dan bangsa dan agama," kata Umar dengan mata berbinar di depan ruang bersalin Teratai RSUD Provinsi NTB.

Meski hanya seorang petani kecil di pelosok Bima, Umar akan berjuang keras membesarkan anaknya.

Melalui kelahiran anak kembar empat itu, Umar saat ini sudah memiliki enam orang anak.

Sebelumnya, ia sudah memiliki dua anak, yakni anak laki-laki berusia 10 tahun dan anak perempuan berusia 3 tahun.

"Saya akan berjuang keras untuk mereka. Kalau ada bantuan pemerintah ya berharap juga, tetapi saya akan berjuang untuk anak-anak saya," katanya.

Fatimah, adik Umar mengaku dengan sabar menunggu dan menyiapkan kebutuhan Siti Nursiah yang masih dalam kondisi lemah.

"Dia (Siti Nursiah) tidak menangis, dia bahagia, hanya mengeluhkan sakit di perut dan pusing," kata Fatimah.

Atas kelahiran bayi kembar empat itu, Fatimah mengabarkan bahwa keluarga mereka di Bima langsung menggelar doa keluarga atau syukuran sederhana sebagai rasa terima kasih pada Tuhan.

Rukun Keluarga Bima (RKB) di Mataram juga menggalang bantuan untuk keluarga ini.

"Begitu tahu bayi kembar empat ini lahir, kami semua dari RKB (Rukun Keluarga Bima) menggalang bantuan untuknya," kata Nur Jadidah, perwakilan RKB yang juga tim medis di RSUD Provinsi NTB.

Momen langka

Kelahiran bayi kembar empat yang semuanya laki-laki ini menjadi perhatian penuh pihak RSUD Provinsi NTB. Sebab, kelahiran bayi kembar itu merupakan kelahiran langka.

"Kelahiran bayi kembar empat tergolong langka, kembar empat dengan empat sel yang berbeda itu satu berbanding 500.000 kehamilan. Untuk satu sel yang membelah menjadi empat itu angkanya satu banding 13 juta kehamilan. Sehingga kasus ini merupakan kasus langka," jelas Agus Rusdhy Hamid Hariawan, Sp.OG, dokter spesialis kandungan di RSUD Provinsi NTB.

Rusdhy berharap, keempat bayi bisa ditangani dengan baik di NICU sehingga mampu tumbuh dengan baik hingga usia dewasa.

Penangungjawab NICU RSUD Provinsi NTB, dr. I Ketut Adi Wirawan mengatakan, kelahiran bayi kembar empat tersebut adalah berkah bagi para dokter.

Mereka terlibat dan menyaksikan kelahiran langka tersebut.

Dengan usia kehamilan 28/29 minggu dengan rata-rata berat serba seribu gram, maka pihaknya harus benar-benar mempersiapkan tempat, yaitu empat inkubator, empat ventilator dan alat-alat resistensi untuk bayi tersebut.

"Mengingat bayi dalam kondisi super prematur dipersiapkan agar bayi tetap dalam kondisi sehat, stabil agar bisa tumbuh, 12 orang disiapkan dalam membantu kerja tim dokter," kata dr. Wirawan.

Wirawan berharap doa semua pihak karena saat ini pihaknya tengah membantu proses agar bayi bisa bernapas dengan baik sehingga bisa tumbuh hingga dewasa.

"Semoga NICU RSUD NTB bisa terus diberikan amanah menolong persalinan risiko tinggi di NTB," harap dr Wirawan.

(Kompas TV, Fitri Rachmawati)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Umar Bahagia Bayi Kembar 4 yang Dikandung Istrinya Lahir dengan Selamat"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved