Gunung Dukono di Halmahera Utara Kembali Keluarkan Suara Gemuruh, Warga: Kami Sudah Biasa

Meski terdengar gemuruh dan keluarnya abu vulkanik dari Gunung Dukono, namun warga setempat tidak terlalu mempersoalkan dan menganggap hal biasa.

Penulis: Arafik Hamid | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Arafik Hamid
AKTIVITAS: Meski Gunung Dukono di Halmahera Utara terus menunjukan aktivitasnya, namun bagi warga sekitar menganggap hal itu adalah biasa, dan masih melakukan rutinitas sehari-hari, Selasa (13/9/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Aktifitas Gunung Dukono di Halmahera Utara, masih berstatus level dua.

Gunung Dukono di Halmahera Utara hingga kini terpantau, masih mengeluarkan asap dan debu vulkanik.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Dukono, Iwan Ama menjelaskan pekan terakhir terjadi peningkatan aktivitas.

Aktifitas Gunung Dukono sejak awal September, terdengar lentupan dan kegempaan yang masih terekam.

Baca juga: Pemkab Morotai Siapkan Lahan Pembangunan Kantor Basarnas

"Gunung Dukono memang masih aktiv, bahkan terdengar lentupan dan gempa, "jelasnya, Selasa (13/9/2022).

Meski pasca letusan pada Agustus lalu, Gunung Dukono mengeluarkan debu vulkanik, namun kini sudah mulai berkurang.

Aktivitas Gunung Dukono sendiri, hanya terjadi gemuruh, dan kegempaan, sehari sampai 30 kali.

"Hanya terdengar gemuruh, namun abu vulkaniknya perubahan yang signifikan, "katanya.

Menurutnya, status Gunung Dukono masih waspada level dua. Hal ini pihaknya merekomendasikan dalam radius 2 km.

"Memang status Gunung Dukono waspada level 2, dengan radius 2 km yang tidak bisa di dekati, "ujarnya.

Iwan mengaku, pemukiman warga yang sangat dekat dengan Gunung Dukono, nampaknya tidak ada kekhawatiran aktifitas.

"Memang warga di Desa Mamuya, tidak khawatir karena radiusnya sekitar 11 km, "paparnya.

Dampak letusan Gunung Dukono secara langsung ke pemukiman penduduk, sejauh ini terpantau tidak ada.

"Biasa terjadi selama ini bagi warga sekitar, hanya abu vulkanik, itu pun tergantung sebaran arah angin, "bebernya.

Baca juga: DPD PDI-P Belum Beri Restu Meski Captain Ali Ibrahim Yakin Bertarung di Pilgub Maluku Utara 2024

Sementara Arsil, warga Desa Mamuya Kecamatan Galela mengaku, meski terdengar letupan dan gemuru.

Namun warga setempat tampaknya tidak khawatir, ada ancaman letusan aktivitas Gunung Dukono.

"Kami tidak khawatir, dan sudah biasa terdengar suara-suara seperti itu, apalagi hanya suara gemuru, kami sudah terbiasa, "tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved