Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Champions

Seusai Kalahkan Ajax, Diogo Jota Singgung Beda Awal Musim Darwin Nunez dan Sadio Mane di Liverpool

Diogo Jota kini mengakui bahwa ada perbedaan besar berkaitan dengan masa-masa awal Darwin Nunez dan Sadio Mane di Liverpool.

Editor: Ifa Nabila
Instagram/darwin_n9/sadiomaneofficiel
KOLASE FOTO Darwin Nunez dan Sadio Mane - Diogo Jota kini mengakui bahwa ada perbedaan besar berkaitan dengan masa-masa awal Darwin Nunez dan Sadio Mane di Liverpool. 

TRIBUNTERNATE.COM - Performa Liverpool pasca-ditinggal oleh pemain penyerangnya, Sadio Mane, di awal musim 2022-2023 masih terus diperbincangkan.

Bahkan, situasi di Liverpool sebelum dan sesudah kepergian Sadio Mane disebut-sebut berpengaruh pada performa tim berjuluk The Reds itu.

Perbedaan Liverpool sebelum Sadio Mane berlabuh ke Bayern Munich dan saat Darwin Nunez direkrut pada musim panas ini disinggung oleh striker The Reds, Diogo Jota.

Diketahui, Darwin Nunez tiba di Anfield dari Benfica setelah menandatangani kontrak senilai 64 juta poundsterling.

Harga itu sebenarnya bisa naik ke rekor Liverpool, yakni 85 juta poundsterling, jika sang pemain baru tersebut mampu membuahkan hasil.

Namun, terlepas dari awal yang cepat di Liverpool dengan gol pada debutnya, pemain asal Uruguay itu gagal membangun peforma.

Sebaliknya, ia malah mendapat kartu merah saat melawan Crystal Palace dan sejak itu mengalami kesulitan untuk memulai lagi.

Sehingga, Darwin Nunez masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan Liga Champions 2022-2023 melawan Ajax – dan melawan Napoli.

Perjuangan untuk beradaptasi dengan kehidupan Liverpool bagi Darwin Nunez sangat kontras dengan Sadio Mane.

Sadio Mane telah tampil gemilang dan mencetak total 120 gol dalam enam musim bersama The Reds.

Pemain sepakbola asal Senegal, Sadio Mane, yang meninggalkan Liverpool dan kini berlabuh ke Bayern Munich.
Pemain sepakbola asal Senegal, Sadio Mane, yang meninggalkan Liverpool dan kini berlabuh ke Bayern Munich. (Instagram/sadiomaneofficiel)

Baca juga: Petinggi Bayern Munich Mengaku Tahu Betul Alasan Sadio Mane Tinggalkan Liverpool

Baca juga: Sadio Mane Kembali Paceklik Gol dalam Laga Kontra Barcelona, Julian Nagelsmann: Dia Sudah Berusaha

Diogo Jota kini mengakui bahwa ada perbedaan besar berkaitan dengan masa-masa awal Darwin Nunez dan Sadio Mane di Liverpool.

“Kami melalui awal musim yang goyah,” kata Diogo Jota setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Ajax pada Selasa (13/9/2022) waktu setempat.

“Ada banyak perubahan yang terpaksa dibuat karena ada beberapa kasus cedera."

“Tapi cara kami bermain malam ini adalah cara untuk bergerak maju. Rasanya bagaikan keadilan berbicara saat gol akhir tercipta.".

“Darwin Nunez belum memainkan banyak pertandingan lantaran kartu merah yang didapatnya. Sebaliknya, Sadio Mane bermain untuk tim ini untuk waktu yang lama dan sudah terbiasa dengan segalanya."

“Ini perubahan yang cukup besar, tetapi jika kami terus bermain seperti ini maka akan lebih mudah bagi Darwin dan semua orang."

“Sepak bola selalu menjadi tantangan di antara kami untuk bermain di pertandingan, untuk menghadapi tantangan yang berbeda juga. Itulah hidup dan sepak bola dan sebagai pemain, kamu harus meresponnya dan bertahan menghadapi tantangan itu setiap hari.”

Baca juga: Lawan Barcelona, Sadio Mane Bilang ke Thomas Muller: Jangan Salah Oper ke Robert Lewandowski

Baca juga: Ada Darwin Nunez dan Luiz Diaz, Liverpool Masih Baik-baik Saja tanpa Sadio Mane

Baca juga: Sadio Mane Sama-sama Antusias di Bayern Munich maupun Liverpool: Ekspektasi adalah Motivasi

sadio nunez
KOLASE FOTO Darwin Nunez dan Sadio Mane

Dioga Jota menawarkan keputusan Liga Champions Liverpool

Diogo Jota mengaku merasa “frustrasi” melewatkan awal musim karena masalah cedera.

Namun, dia menambahkan bahwa tidak ada "efek buruk" dari comeback dirinya untuk melawan Ajax.

Liverpool memimpin dalam pertandingan Grup A mereka di Anfield Stadium melalui Mohamed Salah.

Kurangnya clean sheet Liverpool masih berlanjut ketika Mohammed Kudus membalaskan gol untuk Ajax.

Namun, tepat sebelum perpanjangan waktu babak kedua, Joel Matip menyundulkan gol kemenangan Liverpool.

“Menurut saya, kami memiliki beberapa peluang dan kami menciptakan bahaya di hampir setiap sudut,” kata Diogo Jota dalam penilaiannya.

“Jadi saya pikir, kami pantas menang terutama karena itu adalah kesempatan terakhir kami karena kami tidak bermain sampai setelah jeda, jadi itu adalah pekerjaan yang telah dilakukan dengan baik."

“Itu adalah kesempatan terakhir kami sebelum jeda [internasional] untuk melakukan hal yang benar dan saya pikir kami sudah melakukannya hari ini."

“Kami perlu melakukan apa pun menurut jadwal, dan terkadang memang ada terlalu banyak pertandingan seperti yang sering kami katakan, jadi kali ini, kami istirahat dulu, dan kami menerimanya apa adanya,” pungkasnya.

The Reds perlu membangun performa yang solid

Performa Liverpool jauh lebih meyakinkan dalam laga melawan Ajax, tetapi masih ada pekerjaan yang harus dilakukan.

Memang, ada kesan Liverpool lama telah kembali, dengan intensitas tinggi di lini tengah dan peluang gol.

Banyaknya peluang dari sepak pojok juga menyenangkan untuk dilihat.

Namun faktanya, tiga kemenangan The Reds musim ini datang dalam kondisi yang sangat kontras – dan secara keseluruhan tim belum yakin.

Dua kemenangan dalam laga melawan Ajax (2-1) dan Newcastle United (2-1) datang setelah Liverpool membantai Bournemouth dengan skor 9-0.

Saat melawan The Cherries, Liverpool seolah kembali ke dirinya yang lama, sampai-sampai pelatih Bournemouth, Scott Parker, dicopot.

Meski demikian, masih sulit untuk menganalisis dengan tepat ke mana arah Liverpool musim ini.

Secara keseluruhan, pelatih Jurgen Klopp sebaiknya berpuas hati dari kemenangan 2-1 atas Ajax dan terus membangun apa yang sudah berjalan baik – daripada memikirkan hal-hal yang masih belum diketahui dari timnya.

(TribunTernate.com/Rizki A.)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved