Viral Video Boncengkan Sepupu, Siswa SMA Diadang dan Dikeroyok 3 Kakak Kelas, Sekolah Ambil Tindakan

Aksi pengeroyokan itu melibatkan siswa SMAN 2 Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Editor: Ifa Nabila
freepik.com/rawpixel
Ilustrasi penganiayaan. Aksi pengeroyokan itu melibatkan siswa SMAN 2 Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

TRIBUNTERNATE.COM - Baru-baru ini sempat viral video pengeroyokan antarsiswa SMA.

Namun tak lama setelah video itu viral, video itu langsung dihapus.

Aksi pengeroyokan itu melibatkan siswa SMAN 2 Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca juga: Polwan Selingkuh dengan 2 Polisi Sekaligus, Suami Sah yang Juga Polisi Nekat Aniaya Istri

Pelaku adalah tiga kakak kelas korban.

Kepala Seksi Guru dan Kependidikan KCD, Dikbud Kota dan Kabupaten Bima Dr Salahudin menjelaskan awal mula kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh 3 siswa tersebut terhadap adik kelasnya.

Aksi pengeroyokan terjadi di luar lingkungan sekolah saat korban sedang membonceng saudara sepupu perempuannya menggunakan sepeda motor.

Baca juga: Ibu Siswi SD yang Jadi Korban Rudapaksa Kepsek Dilaporkan Balik, Tuduh gegara Tunggak Uang Sekolah

Sekira 500 meter dari sekolah, tiba-tiba korban diadang oleh 3 kakak kelasnya dan langsung mengeroyoknya.

Sempat dilerai oleh siswi yang dibonceng, tapi perkelahian terus berlanjut.

Hingga akhirnya korban mengalami luka lebam dan lecet.

"Sudah diselesaikan oleh pihak sekolah. Pelaku dan korban, beserta keluarga sudah dipertemukan," ungkap Salahudin.

Proses penyelesaian di internal sekolah tersebut, kata Salahudin, memutuskan 3 siswa pelaku pengeroyokan dikembalikan ke orang tua masing-masing.

Baca juga: Aniaya Anak Agar Diberi Nafkah Suami, Seorang Ibu di Lampung Utara Jadi Tersangka, Kini Menyesal

"Orang tua mereka akan mencari sekolah lain untuk anaknya," ungkap Salahudin.

Dari catatan sekolah, ketiga pelaku sudah sering melakukan tindakan serupa, melanggar tata tertib sebagai siswa.

Mengacu pada fakta itu, pihak sekolah menilai pelaku dianggap memenuhi kriteria untuk dikembalikan ke orang tuanya masing-masing.

Dari kejadian ini, kata Salahudin, pihak sekolah dan orang tua wali murid harus meningkatkan pembinaan dan penguatan karakter siswa.

Misalnya melalui program yang konstruktif, agar siswa memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya merawat karakter kepribadian.

"Yang mengedepankan nilai kasih sayang antar sesama," terang mantan Humas SMAN 2 Kota Bima ini.

Insiden pengeroyokan ini sempat viral di jagat media sosial karena videonya tersebar.

Namun saat ini, video tersebut telah dihapus sehingga tidak terlihat lagi.

Sementara itu, Kapolsek Lambu Iptu Ruhdin yang dikonfirmasi mengaku, belum mendapat laporan mengenai kasus tersebut.

Tapi ia membenarkan, adanya insiden pengeroyokan tersebut dan viral di media sosial.

"Belum ada laporan yang masuk. Mungkin akan diselesaikan di sekolah terkait. Kalaupun ada laporan nanti, saya akan sampaikan perkembangan kasusnya," tandas dia.

(TribunLombok.com/Atina)

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul 3 Siswa SMA di Bima Dikeluarkan dari Sekolah Karena Keroyok Adik Kelas

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved