Malang Nasib Undang, Rumah Warisan dari Ayah Dirobohkan Rentenir Gara-gara Utang Membengkak

Undang dan si rentenir diketahui sama-sama tinggal di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Editor: Rizki A
TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI
Kondisi rumah Undang, Jumat (16/9/2022) yang rata dengan tanah lantaran tidak sanggup membayar utang kepada seorang rentenir sebesar Rp 1,3 juta di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat 

TRIBUNTERNATE.COM - Sungguh malang nasib Undang (47) dan keluarga kecilnya.

Rumah yang Undang tempati bersama istri dan anaknya dirobohkan oleh rentenir lantaran permasalahan utang yang tak sanggup dibayarkannya.

Diketahui, peristiwa perobohan rumah oleh rentenir ini terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Mulanya, Undang hanya meminjam uang sebanyak Rp1,3 juta kepada rentenir.

Namun, karena tidak mampu membayar dalam beberapa waktu, utang Undang membengkak menjadi Rp15 juta karena bunga.

Kini, Undang hanya bisa merasa sedih dan meratapi nasib rumah warisan dari ayahnya itu yang rata dengan tanah.

Berikut fakta-fakta rumah dirobohkan rentenir di Garut dikutip dari TribunJabar.id, Senin (19/9/2022):

1. Berawal utang Rp 1,3 juta

Beberapa waktu lalu, Undang meminjam uang kepada tetangganya yang seorang rentenir.

Undang dan si rentenir diketahui sama-sama tinggal di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved