Pengakuan Rentenir yang Disebut Robohkan Rumah Warga di Garut: yang Merobohkan Saudaranya Undang

Rumah tersebut menurutnya sudah menjadi hak kliennya lantaran sudah ada jual beli antara saudara kandung Undang pada tanggal 7 September 2022.

Editor: Rizki A
TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI
Kondisi rumah Undang, Jumat (16/9/2022) yang rata dengan tanah lantaran tidak sanggup membayar utang kepada seorang rentenir sebesar Rp 1,3 juta di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat 

TRIBUNTERNATE.COM - Seorang warga berinisial A di Kabupaten Garut Jawa Barat disebut-sebut telah merobohkan sebuah rumah milik tetangganya.

Sementara, rumah itu dirobohkan karena si pemilik, seorang pria bernama Undang (47), kabarnya tidak bisa membayar utang Rp1,3 juta.

Utang Undang itu pun membengkak karena bunga.

Namun, kasus perobohan rumah ini diduga diduga tidak dilakukan rentenir.

A, melalui kuasa hukumnya, Firman Saepul Rohman mengatakan bahwa yang merobohkan rumah tersebut adalah saudara Undang.

Rumah tersebut menurutnya sudah menjadi hak kliennya lantaran sudah ada jual beli antara saudara kandung Undang pada tanggal 7 September 2022.

"Saat itu Entoh, saudaranya Undang menjual rumah itu, karena rumah itu budel waris kepemilikan orang tua, bukan rumah Undang seorang,"  kata dia, Minggu (18/9/2022) malam.

Baca juga: Malang Nasib Undang, Rumah Warisan dari Ayah Dirobohkan Rentenir Gara-gara Utang Membengkak

Pada saat perobohan rumah tersebut, Firman menyebut hal itu bukan dilakukan oleh kliennya, A, melainkan oleh saudara kandung Undang.

Hal tersebut dilakukan atas inisiatif saudara kandung Undang karena tanah tersebut sudah menjadi miliknya.

"Kata Entoh itu biar mereka yang bongkar, yang intinya klien kami tidak menyuruh merobohkan tidak juga mengambil barang tersebut yang berada di lokasi," ucapnya.

Uang penjualan tanah tersebut diketahui sebesar Rp 20,5 juta dengan potongan Rp 15 juta untuk membayar utang Undang kepada kliennya.

"Sisanya Rp 5,5 dibawa oleh Pak Entoh," ucapnya.

Ia mengatakan kliennya tersebut besok akan menjalani pemeriksaan di Polres Garut.

Terkait langkah hukum, ia menyebut kliennya berharap kasus tersebut bisa diselesaikan dengan musyawarah dan kekeluargaan.

"Ya klien kami menginginkan ini diselesaikan dengan musyawarah, kekeluargaan," ucapnya.

Baca juga: Soal Pelecehan Seksual terhadap Istri Ferdy Sambo, Ketua IPW: Peristiwanya Ada, tetapi Konsensual

Baca juga: Sosok Azyumardi Azra: Orang Indonesia Pertama yang Berhak Dipanggil Sir, Sejajar Stephen Hawking

Kondisi A sekarang syok

A juga disebut susah makan saat kasusnya tersebut membuat heboh khalayak umum.

"Kondisinya syok sekarang, ngedown, kalo kondisi fisiknya sehat cuman dari psikologis keliatan down, tidak bisa makan juga," kata dia.

Firman menyebut, kondisi kliennya itu memburuk setelah menjalani rangkaian pemeriksaan di Polres Garut.

"Iya susah makan, gak bisa makan karena ada kedatangan dari Kodim terus setelah pemeriksaan di Polres juga," ucapnya.

Ia menjelaskan, kliennya itu tidak melakukan perobohan rumah milik Undang (47).

Sementara itu kuasa hukum Undang, Syam Yousef mengatakan jual beli A dengan saudara kandung Undang dinilai tidak sah, lantaran tidak atas seizin dari kliennya.

Sertifikat tanah tersebut, menurutnya atas nama Undang bukan atas nama orang tuanya.

"Penjualan itu sepihak, klien kami tidak merasa mengizinkan rumah tersebut dijual, sertifikat juga atas nama Pak Undang," ucap Yousef.

Yousef menjelaskan, saat itu kliennya melapor ke Polsek Banyuresmi atas dugaan pengrusakan barang sebagaimana yang diatur dalam Pasal 170 KUHP dengan ancaman penjara 5,6 tahun.

"Senin besok kami akan datangi Polsek Banyuresmi dan Polres Garut, untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut," ujarnya.

Penulis: Sidqi Al Ghifari

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul PENGAKUAN Rentenir di Garut yang Pinjamkan Undang Uang, Saudara Korban yang Robohkan Rumah

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Disebut Robohkan Rumah Warga Karena Utang, Rentenir di Garut Mengaku Syok Berat

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved