Kasus Tewasnya Brigadir J

Jet Pribadi yang Dipakai Brigjen Hendra Kurniawan: Diduga Milik Bos Mafia Judi, Ini Kata Pengamat

Alvin mengatakan, kode T7 dalam jet pribadi T7-JAB, merupakan kode negara dan pesawat tersebut teregistrasi di San Marino.

Editor: Rizki A
Tribunnews.com
Ferdy Sambo (kiri) dan Karopaminal Divisi Propam Polri, Brigjen Pol Hendra Kurniawan yang diduga menjadi sosok yang melarang pihak keluarga untuk membuka peti jenazah Brigadir Yosua. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pesawat jet pribadi T7-JAB yang digunakan mantan Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Divisi Propam Brigjen Hendra Kurniawan saat ke Jambi menjadi sorotan.

Sebab, jet pribadi tersebut digunakan oleh Brigjen Hendra Kurniawan ketika akan menemui keluarga mendiang Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J di Jambi.

Sementara itu, Brigjen Hendra Kurniawan menjadi satu dari tujuh tersangka obstruction of justice dalam kasus kematian Brigadir J.

Sayangnya, hingga kini Brigjen Hendra Kurniawan belum juga menjalani sidang kode etik terkait kasus tersebut.

Bahkan, sudah tiga kali sidang kode etik Brigjen Hendra ditunda.

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan mengenai asal muasal pesawat jet pribadi T7-JAB tersebut.

Pemerhati penerbangan, Alvin Lie, pun menjelaskan mengenai jet pribadi yang diduga dipakai Brigjen Hendra Kurniawan.

Alvin mengatakan, kode T7 dalam jet pribadi T7-JAB, merupakan kode negara dan pesawat tersebut teregistrasi di San Marino.

"Ini menarik karena San Marino negara kecil dan tidak punya bandara, walaupun mereka punya pesawat-pesawat yang diregistrasi di San Marino tetapi mendaratnya di kota terdekat di Italia, di Rimini kalau enggak salah," ungkap Alvin Lie, dikutip dari tayangan YouTube KompasTv.

Meski demikian Alvin menuturkan kepemilikan jet pribadi TJ-JAB itu sulit diketahui. 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved