Diminta Warganet untuk Beri Label Gula pada Produk Es Teh Indonesia, BPOM Sebut Itu Bukan Ranahnya

Kasus ini ramai setelah seorang pelanggan mengkritik salah satu produk Es Teh Indonesia, Chizu Red Velvet, di media sosial Twitter.

Editor: Rizki A
Instagram/esteh.indonesia
Beberapa warganet meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) untuk memberikan label kandungan gula pada produk minuman Es Teh Indonesia. 

TRIBUNTERNATE.COM - Perusahaan minuman Es Teh Indonesia tengah menjadi perbincangan di media sosial Twitter.

Sebab, perusahaan perusahaan yang berpusat di Bogor ini melayangkan somasi kepada pelanggan yang mengkritik rasa produknya terlalu manis.

Bahkan, pelanggan itu juga harus minta maaf atas kritikan terhadap Es Teh Indonesia.

Somasi yang dilayangkan dan permintaan maaf sang pengkritik membuat pihak Es Teh Indonesia jadi bahan perbincangan hangat di Twitter.

Beberapa warganet pun meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) untuk memberikan label kandungan gula pada produk minuman tersebut.

Baca juga: Dikritik Soal Kandungan Gula, Es Teh Indonesia Langsung Layangkan Somasi, Ini Sosok Pendirinya

Baca juga: Viral Video Sekuriti Lancar Berbahasa Korea, Mengaku Tak Pernah Belajar atau Ambil Les Khusus

Baca juga: Paket Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo, Identitas Pengirimnya Terungkap: Warga Indramayu

Menanggapi hal tersebut, BPOM menyebut bahwa informasi kandungan gula, garam, dan lemak atau GGL pada produk industri tersebut tidak menjadi lingkup pengawasan BPOM RI.

Sebab, produk tersebut masuk kategori Pangan Siap Saji.

"Produk Es Teh Indonesia termasuk dalam kategori pangan siap saji/PSS. Pengawasan terhadap pemberian informasi kandungan gula, garam, lemak (GGL) serta pesan kesehatan PSS dilakukan oleh Dinkes Provinsi/ Dinkes Kab/Kota," sebut BPOM di akun Twitter resmi BPOM RI, Senin (26/9/2022).

Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2021 mengatur pencantuman informasi Nilai Gizi untuk produk pangan olahan (yang memiliki izin edar dan masa simpan lebih dari 7 hari).

Kasus ini ramai setelah seorang pelanggan mengkritik salah satu produk Es Teh Indonesia, Chizu Red Velvet, di media sosial Twitter.

Melalui akun @gandhoyy, ia mencuit sebuah kritikan.

Dia menyatakan, Chizu Red Velvet dirasa terlalu manis dan diibaratkan seperti gula seberat 3 kg.

Menurutnya, minuman tersebut memiliki rasa hanya seperti gula yang dicampur dengan bahan kue.

Pihak Es Teh Indonesia pun tidak terima.

Melalui akun Twitternya, @esteh_indonesia, perusahaan waralaba minuman aneka rasa ini juga membalas cuitan @Gandhoyy.

"Sehubungan dengan tweet tersebut, datanya sudah diterima oleh tim legal kami." tulis @esteh_indonesia.

Hingga akhirnya, pihak Es Teh Indonesia melayangkan somasi kepada pemilik akun @gandhoyy.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BPOM Buka Suara Setelah Es Teh Indonesia Somasi Pelanggan karena Minuman Kemanisan

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved