Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Kisah Arif Junaedi, Putranya Jadi Korban Tewas di Tragedi Kanjuruhan: Sebelumnya Sudah Saya Larang
M Arif Junaedi (48), ayah korban tak kuasa menahan kesedihannya saat melihat jenazah putra pertamanya itu diturunkan ke liang lahat.
Selain Irsyad, dua kakak sespupunya juga menjadi korban tewas dalam tragedi tersebut.
"Kondisinya luka di kaki, memar di dada dan wajahnya seperti gosong, membiru karena terkena gas air mata."
"Ya ketiganya meninggal, yang satu cewek lebam di dada dan pipi kiri," paparnya.
Arif menambahkan, sesaat sebelum mendengar kejadian tersebut, Arif sempat mendapat firasat.
"Firasat ada daun hijau menempel di baju malam itu, saya posisinya kerja di Tulungagung, tidak lama saya dapat kabar ini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Mernung Lor, Iswandi (46) mengatakan, Irsyad pergi menonton bola setelah diberi tiket.
"Di Malang ada Pakde-nya karena dia (korban) ini berangkat karena diberikan tiket untuk melihat pertandingan antara Arema sama Persebaya," katanya, dilansir TribunJatim.com.
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJatim.com/Mohammad Romadoni, Kompas.com/Moh Syafii)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan, Anaknya Sempat Minta Tambah Uang Saku hingga Dilarang Pergi