Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Penggawa Persija Kenakan Pita Hitam di Lengan Kiri dan Pita Merah Putih di Lengan Kanan, Ada Apa?
Imbauan PSSI, penggawa Persija kenakan pita di lengan dan menaikkan bendera merah putih setengah tiang.
TRIBUNTERNATE.COM - Seluruh penggawa Persija, memakai pita hitam dan merah putih.
Ternyata aksi tersebut dilakukan sebagai, wujud dukungan Persija atas imbauan PSSI.
Di mana penggawa Persija akan memakai pita hitam di lengan kiri, dan pita merah putih untuk lengan kanan.
Tak hanya pemakaian pita, Persija juga menaikkan bendera merah putih setengah tiang.
Baca juga: Pelatih dan Kapten Persija Juga Sampaikan Dukacitanya untuk Tragedi Kanjuruhan
Imbauan ini tertuang dalam surat pemberitahuan, yang dikeluarkan PSSI dengan nomor 4034/UDN/2608/X-2022.
Untuk pemakaian pita sendiri, para penggawa Persija akan memakainya selama sepekan, yang akan dipakai selama aktifitas sepak bola.
Waktu yang sama pun berlaku untuk, menaikkan bendera merah putih setenga tiang.
Selain itu, PSSI juga memberitahukan adanya penundaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2, hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Olehnya itu, PSSI meminta kepada semua pihak untuk tidak membuat pernyataan.
Yang dapat memunculkan polemik, sehingga memperkeruh suasana pasca tragedi di Stadion Kanjuruhan.
PSSI juga sudah membentuk Tim Investigasi, guna mengusut tuntas insiden yang menewaskan ratusan orang itu.
Taka hanya pemakaian pita, dan mengibarkan bendera merah putih setenga tiang.
Persija juga mengungjapkan rasa belasungkawa, kepada korban insiden di Stadion Kanjuruhan.
Salah satunya kapten Persija, Andritany Adhiyasa yang mengungkapkan.
"Saya mewakil tim Persija, turut berdukacita atas apa yang terjadi di Malang."
"Semoga semua korban, mendapat tempat terbaik disisi-Nya, dan keluarga korban diberi kekuatan."
Baca juga: Sebagian Hasil Voting Program Shout And Vote Persija, Didonasikan untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
"Saya berharap hal seperti ini, tidak terjadi lagi di masa depan".
"Karena kami menginginkan, sepak bola adalah olahraga yang bisa."
"Dinikmati oleh semua kalangan, tanpa ada rasa takut." (*)