Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Kisah Pilu Cahayu, Remaja Korban Kanjuruhan: Koma 3 Hari, Kini Hanya Ingat Memori Zaman SD

Cahayu sempat mengalami koma selama tiga hari setelah menjadi korban tragedi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).

Editor: Ifa Nabila
Surya Malang/Purwanto
Kericuhan setelah pertandingan Liga 1 Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Korban bernama Cahayu sempat mengalami koma selama tiga hari setelah menjadi korban tragedi kericuhan di Stadion Kanjuruhan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kisah pilu dialami remaja bernama Cahayu Nur Dewanta (16).

Cahayu sempat mengalami koma selama tiga hari setelah menjadi korban tragedi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).

Selain koma, Cahayu juga kehilangan ingatannya.

Baca juga: Ibu Korban Tewas Kanjuruhan Kesal pada Polisi yang Sebut Gas Air Mata Tak Mematikan: Ini Genosida

Putri dari Nurul Laily Trilestari ini hanya bisa berbaring dengan mata yang memerah dan pandangan kosong.

Saat ini, tak semua hal bisa diingat oleh Cahayu.

Baca juga: Ketum PSSI Iwan Bule dan Jajaran Exco Harusnya Mundur, Begini Rekomendasi TGIPF soal Kanjuruhan

Bahkan, ia pun belum bisa mengingat lagi skor pertandingan Arema FC dan Persebaya yang dia saksikan langsung di Stadion Kanjuruhan Malang.

Sebuah pertandingan sepak bola yang dicintainya berubah jadi nestapa bagi dirinya dan keluarga.

Sang ibunda pun terus berusaha agar ingatannya kembali pulih. Ia berupaya mengembalikan dengan perlahan ingatan Cahayu dengan bantuan foto.

Baca juga: Jokowi dan Maruf Amin Ingin Tahu Siapa yang Tanggung Jawab Tragedi Kanjuruhan, PSSI: Kehendak Tuhan

Misalnya, dia harus memperlihatkan foto-foto masa kecil putrinya supaya Cahayu kembali mengingat kenangan di masa itu.

Tapi, menurut sang Ibunda, Cahaya hanya mengingat memori SD maupun TK saja.

"Kalau kejadian yang baru-baru belum ingat, baru yang waktu SD, TK itu," kata Nurul, Rabu (12/10/2022) dilansir kompas.com

Cahayu adalah salah satu penyintas Tragedi Kanjuruhan. Ia selamat, tapi kondisinya tidak lagi seperti semula.

Cahayu Berteriak, Mengigau, Histeris, dan Koma 3 Hari
Cahayu berada di stadion saat kerusuhan pecah pada 1 Oktober 2022 malam. Ia hanya ingin menonton tim kesayangannya, Arema FC.

Menurut pengakuan ibunda, sampai sekarang putrinya masih kerap berteriak histeris dan mengigau.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved