Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Rekaman CCTV Durasi 3,5 Jam Hilang, TGIPF Tragedi Kanjuruhan Berupaya Memintanya ke Mabes Polri

TGIPF mengatakan hilangnya durasi rekaman CCTV tersebut menghambat tugas mereka untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi.

Editor: Rizki A
Tribun Jatim/Purwanto
Suporter Arema FC, Aremania turun ke dalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania masuk ke lapangan usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3, tetapi pihak kepolisian malah menembakkan gas air mata ke arah tribun dan penonton. 

TRIBUNTERNATE.COM - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan terus melakukan investigasi dan penyelidikan dari insiden desak-desakan yang menewaskan 133 orang itu.

Diketahui, laga sepak bola berujung tragedi terjadi setelah digelarnya Derby Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya, dalam pekan 11 Liga 1 musim 2022-2023, Sabtu (1/10/2022) lalu.

Setelah kekalahan Arema FC dari Persebaya dengan skor 2-3, ada supporter Aremania yang turun ke lapangan.

Namun, hal itu justru direspon dengan adanya penembakan gas air mata dari pihak kepolisian.

Akibat gas air mata yang ditembakkan ke arah lapangan dan tribun, para penonton panik karena merasa pedih dan sesak napas.

Dalam kondisi panik, mereka pun berlarian mencari pintu keluar, hingga ada yang terinjak-injak.

Insiden berdesak-desakan pasca-penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan itu menewaskan 132 orang, lebih dari 500 orang terluka.

Bahkan, insiden ini disebut-sebut sebagai tragedi sepak bola terkelam nomor 2 di dunia.

Baca juga: 17 Hari Pasca-Tragedi Stadion Kanjuruhan, Jumlah Korban Tewas Kembali Bertambah Jadi 133 Jiwa

Sementara itu, TGIPF Tragedi Kanjuruhan mengungkap fakta hilangnya rekaman CCTV yang berdurasi hampir 3,5 jam atau tepatnya 3 jam 21 menit dan 54 detik.

Rekaman CCTV tersebut merupakan CCTV di Lobby Utama Stadion Kanjuruhan dan area parkir.

Sebelum rekaman tersebut hilang, TGIPF mengungkapkan CCTV tersebut menggambarkan proses evakuasi Tim Persebaya.

Baca juga: Ada Kabar Pengobatan Korban Tragedi Kanjuruhan Dihentikan, Mahfud MD dan Komnas HAM Bakal Telusuri

Baca juga: Ayah Korban Tewas Kanjuruhan Kesal pada Polisi yang Sebut Gas Air Mata Tak Mematikan: Ini Genosida

Hilangnya rekaman CCTV tersebut diungkap TGIPF pada bagian kronologis tahap pelaksanaan pengamanan kepolisian halaman 98 dokumen Laporan TGIPF Tragedi Kanjuruhan yang diunggah di laman resmi Kemenko Polhukam RI, polkam.go.id pada Senin (17/10/2022).

"Pergerakan awal rangkaian Baracuda yang akan melakukan evakuasi Tim Persebaya, dapat terekam melalui CCTV yang berada di Lobby utama dan Area Parkir," kata TGIPF.

"Tetapi rekaman CCTV tersebut mulai dari pukul 22.21.30 dapat terekam dengan durasi selama 1 jam 21 menit, dan selanjutnya rekaman hilang (dihapus) selama 3 jam, 21 menit, 54 detik, kemudian muncul kembali rekaman selama 15 menit," sambung TGIPF.

Baca juga: TGIPF Tragedi Kanjuruhan Ungkap Dosa Besar PSSI, Komite Eksekutif termasuk Iwan Bule Harus Mundur

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, TGIPF Sebut PSSI Tak Pertimbangkan Faktor Risiko, Rawan Konflik Kepentingan

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved