Liga Inggris
Bela Erik ten Hag saat Man United Tampil Memalukan, Graham Potter: Itu Normal, Kini MU Punya Senjata
Erik ten Hag tetap tak luput dari hujatan mengingat Manchester United dulunya klub raksasa yang ditakuti.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Erik ten Hag mengawali kariernya sebagai pelatih Manchester United dengan tidak terlalu bagus.
Apalagi setelah kekalahan memalukan ketika melawan Brighton dan Brentford.
Meski akhir-akhir ini tampak sudah ada peningkatan, Erik ten Hag tetap tak luput dari hujatan mengingat Manchester United dulunya klub raksasa yang ditakuti.
Baca juga: Graham Potter Puji Erik ten Hag, Akui Man United Sempat Tampil Buruk: Bisa Adaptasi dalam Kekacauan
Menanggapi hal itu, pelatih Chelsea, Graham Potter, membela Erik ten Hag sebelum laga melawan Manchester United pada Sabtu (22/10/2022).
Graham Potter yang juga termasuk baru sebagai pelatih klub raksasa Liga Inggris pun memahami kesulitan Erik ten Hag.
Baca juga: 1-1 Lawan Man United, Graham Potter Tak Salahkan Aubameyang dkk: Chelsea Memang Tak Berhak Menang
Ia menyadari bahwa performa Manchester United memang sempat memalukan, namun itu hal yang wajar.
"Jelas saat itu bukanlah awal yang baik dari perspektif mereka, namun mereka sudah berjuang kembali, mendapatkan poin dan bermain bagus. Nanti akan menjadi pertandingan yang ketat."
"Mereka telah lumayan berubah dalam cara mereka berjuang, mereka jadi lebih agresif," ujar Graham Potter.
Potter mengakui kini Manchester United sudah kembali tangguh dengan sejumlah pemain topnya.
Baca juga: Brentford Vs Chelsea 0-0: Skuad Graham Potter Utang Budi pada Kepa Arrizabalaga, Mason Mount Ditarik
"Mereka punya pemain yang mengancam, (Marcus) Rashford, Anthony, (Jadon) Sancho, dan Bruno Fernandes yang punya peran kunci bagi skuadnya."
"Ada banyak kesamaan tapi mereka tampaknya telah beradaptasi dengan kompetisi, beradaptasi satu sama lain, belajar lebih banyak tentang satu sama lain," paparnya.
Potter pun membandingkan saat dirinya masih berkarier di Brighton.
"Ini adalah proses yang benar-benar normal. Saya dulu di Brighton selama tiga tahun ketika kami bertanding melawan mereka, dan saat itu Erik sudah di Manchester United selama enam minggu."
"Jadi ada banyak pelajaran yang perlu dicatat dan proses yang perlu dilalui, itu normal," tegasnya.
Potter yakin, pada waktunya Ten Hag akan semakin bisa memoles kemampuannya hingga skuadnya semakin unggul.
Baca juga: Momen Kocak Pelatih Brentford Wawancara Graham Potter: Kok Suka Gonta-ganti Formasi Chelsea?
Graham Potter Akui Chelsea Tak Berhak Menang
Laga Chelsea vs Manchester United pada Sabtu (22/10/2022) berakhir dengan skor seri 1-1.
Gol Chelsea dicetak oleh Jorginho pada menit ke-87, sedangkan gol Manchester United dibukukan oleh Casemiro pada menit ke-90+4.
Graham Potter angkat bicara terkait skuad Pierre-Emerick Aubameyang dan kawan-kawan yang dinilai lengah.
Baca juga: Penyebab Cristiano Ronaldo Ditendang Erik ten Hag dari Skuad Manchester United Jelang Lawan Chelsea
Dikutip TribunTernate.com dari teamtalk.com, Graham Potter menganggap hasil yang diraih Chelsea adalah adil meski dia menyadari timnya membuang kesempatan untuk menang.
Meski harus berbagi skor, namun hasil pertandingan tersebut meneruskan tren tak terkalahkan Graham Potter.
Laga kandang tersebut juga membuat Chelsea bertahan di peringkat 4 tepat di atas Manchester United di Liga Inggris.
Di babak pertama, Graham Potter sempat melakukan penggantian seperti yang biasa dia lakukan.
Yakni mengganti Marc Cucurella dengan Mateo Kovaic yang merupakan keputusan tepat.
Graham Potter mengakui timnya memang kehilangan konsentrasi di menit-menit terakhir.
Baca juga: Curhatan Reece James pada Graham Potter soal Kondisinya, Bakal Absen Laga Aston Villa Vs Chelsea
Sehingga kebahagiaan gol pertama pun langsung sirna dengan Setan Merah menyamakan kedudukan.
Pelatih asal Inggris ini juga menyadari lawannya sempat unggul di babak pertama.
"Banyak hal positif yang didapat dari banyaknya upaya yang dilakukan para pemain dalam pertandingan."
"Manchester United lebih baik dari kami selama 30 menit pertama dan kami harus mengejarnya, dan saya rasa kami sudah melakukannya," paparnya.
Selain itu, sang pelatih baru juga menekankan bahwa anak asuhnya sudah berusaha maksimal.
"Ini (hasil seri) bukan karena kurang usaha. Anak asuh saya sudah memberikan segalanya."
"Ketika kalian mencetak gol terlambat, ada perasaan bahwa kalian sudah kehilangan poin. Tapi berdasarkan pertandingan ini, satu poin dirasa cukup," ujar Potter.
Bahkan Potter mengakui bahwa Manchester United juga berhak mendapat satu poin.
Ia merasa Chelsea memang tidak berhak untuk menang meski anak asuhnya sudah berusaha maksimal.
Kini saatnya bagi The Blues untuk bangkit demi melawan RB Salzburg pada Selasa nanti.
"Ketika kami mencetak gol, itu didapat dari hasil susah payah untuk mengontrol hal-hal yang terjadi di lapangan."
"Kami harus menerima poin dan bangkit untuk pertandingan hari Selasa."
"Saya tidak bisa berdiri di sini dan mengatakan kami pantas menang. Kedua tim memiliki kesempatan dan satu poin rasanya cukup," tegasnya.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)