Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Resesi 2023

Berkaca dari Airbnb hingga Lego, Ini Tips Rhenald Kasali untuk Pengusaha Hadapi Ancaman Resesi 2023

Akademisi Rhenald Kasali mengungkapkan bagaimana sejumlah perusahaan di masa-masa krisis justru mendulang keuntungan karena mengubah strategi mereka.

Youtube/Prof. Rhenald Kasali
Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali menjelaskan tips untuk pengusaha menghadapi ancaman resesi 2023. 

TRIBUNTERNATE.COM - Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali, membagikan tips untuk para pengusaha cara menghadapi ancaman resesi tahun 2023.

Lewat akun YouTube miliknya, Rhenald memaparkan perlunya persiapan untuk menghadapi kemungkinan terburuk dalam ancaman masa resesi nanti.

Namun, Rhenald juga menyebut bahwa dengan mengubah strategi pada masa resesi, perusahaan justru dapat mendulang keuntungan.

Dikutip dari video yang ditayangkan di kanal YouTube Prof. Rhenald Kasali, awalnya Rhenald menjelaskan dirinya tidak setuju soal sara memotong budget marketing.

Rhenald kemudian mencontohkan kasus Airbnb ketika menghadapi pandemi Covid-19.

Seperti yang diketahui, Airbnb adalah platform marketplace yang menyediakan jasa sewa rumah hingga penginapan yang tersebar di seluruh negara di dunia.

Rhenald Kasali mencontohkan beberapa perusahaan yang mengubah siasatnya saat menghadapi masa-masa krisis.
Rhenald Kasali mencontohkan beberapa perusahaan yang mengubah siasatnya saat menghadapi masa-masa krisis. (Youtube/Prof. Rhenald Kasali)

Baca juga: Jangan Beli Saham Gorengan, Ini Tips Sandiaga Uno Cara Investasi Hadapi Ancaman Resesi 2023

Baca juga: Berkaca dari Prediksi IMF, Sri Mulyani Ungkap Strategi Indonesia Hadapi Ancaman Resesi Global 2023

Dalam masa Covid-19, Airbnb mengalami kerugian hingga miliaran dollar AS karena banyaknya pengguna yang membatalkan rencana mereka menyewa penginapan.

Airbnb bahkan sempat memberhentikan 25 persen karyawan mereka karena kerugian tersebut.

Namun dalam tahun 2020, Airbnb justru berhasil mengumpulkan 3,4 miliar USD saat IPO.

Keberhasilan ini diperoleh karena Airbnb tidak memotong budget marketing mereka saat menghadapi pandemi Covid-19.

Alih-alih memotong budget marketing, Airbnb justru menggratiskan biaya pembatalan booking kepada para penggunanya.

Airbnb juga memberikan ganti rugi terhadap tuan rumah yang tempat tinggalnya batal disewa.

Selanjutnya, Airbnb justru membuka outlet-outlet baru di pemukiman desa-desa karena saat pandemi Covid-19, banyak orang yang berpergian lewat jalur darat dan tempat-tempat wisata baru juga dibuka.

Lalu, Rhenald mencontohkan siasat yang dilakukan oleh maskapai penerbangan Singapore Airlines.

Baca juga: Siapkan Tabungan Darurat hingga Pastikan Sembako Terpenuhi, Ini Tips Hadapi Kemungkinan Resesi 2023

Baca juga: Resesi 2023 Bikin Panik Ancaman PHK Massal, Rhenald Kasali: Padahal Indonesia Sudah Resesi di 2020

Rhenald Kasali mencontohkan beberapa perusahaan yang mengubah siasatnya saat menghadapi masa-masa krisis.
Rhenald Kasali mencontohkan beberapa perusahaan yang mengubah siasatnya saat menghadapi masa-masa krisis. (Youtube/Prof. Rhenald Kasali)

Saat banyak pegawai yang menganggur, perusahaan mengarahkan para karyawan untuk membantu para penderita Covid-19 di rumah sakit.

"Iklan tidak dikurangi, iklan diarahkan dengan cara yang baru, menjadi lebih penuh empati," ujar Rhenald.

Lalu, Rhenald juga mengungkap bagaimana Lego dapat memanfaatkan momen pandemi Covid-19 untuk meningkatkan penjualan mereka.

Rhenald Kasali mencontohkan beberapa perusahaan yang mengubah siasatnya saat menghadapi masa-masa krisis.
Rhenald Kasali mencontohkan beberapa perusahaan yang mengubah siasatnya saat menghadapi masa-masa krisis. (Youtube/Prof. Rhenald Kasali)

"Mereka membangkitkan suasana masa lalu, suasana nostalgia ketika ayah dan anak bisa berkumpul dan membuat bangunan-bangunan tertentu bersama anaknya," ungkap Rhenald.

"Bukankah ini yang hilang selama ekonomi sedang baik, ayah dan ibu harus bekerja."

"Selama pandemi, anak-anak justru bisa bertemu dengan orangtuanya," kata Rhenald.

Rhenald menyimpulkan momen resesi harus dihadapi dengan mengubah strategi dan taktik agar tetap bisa bertahan.

"Pada masa terjadi resesi bukan saatnya kita untuk istirahat, bukan saatnya kita untuk menangisi, bukan saatnya kita untuk mencari konformitas dari berita-berita yang ada," kata Rhenald.

"Mungkin kalau resesi datang betulan ke negara kita, maka kita harus prepare for the worst (bersiap untuk yang terburuk), jangan hanyut di sana."

"Kenali pelanggan Anda, karena pada masa itulah terjadi perubahan, stay relevant (tetap relevan)," pungkasnya.

Dampak Resesi

Sebagai informasi, dikutip dari Kompas, resesi berdasarkan keterangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah suatu kondisi di mana perekonomian suatu negara sedang memburuk.

Kondisi ini terlihat dari produk domestik bruto (PDB) negatif, pengangguran meningkat, maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Secara garis besar resesi memiliki tiga dampak negatif.

Pertama adalah perlambatan ekonomi yang mengakibatkan banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) bahkan bangkrutnya perusahaan.

Kedua, investor menarik dananya dan mengubahnya dalam bentuk aman.

Ketiga, daya beli masyarakat akan melemah sehingga jumlah demand di pasar akan berkurang karena masyarakat akan sangat berhati-hati dalam membeli keperluan.

Resesi sendiri diakibatkan oleh bermacam faktor, mulai dari kejadian tak terduga seperti Covid-19 hingga tingginya utang suatu negara.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved