Piala Dunia Qatar 2022

Intelijen Militer Israel Tuding Iran Berencana Lancarkan Serangan di Tengah Piala Dunia 2022

Aharon Haliva menambahkan, Teheran “ingin dan tengah mempertimbangkan sabotase pertandingan [Piala Dunia] di Qatar."

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Rizki A
AFP/MUSTAFA ABUMUNES via Kompas.com
Pemandangan umum menunjukkan bendera (kiri ke kanan) Kosta Rika, Wales, Amerika Serikat, Maroko, dan Polandia, negara-negara yang lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar, Doha, pada upacara pengibaran bendera dari negara-negara terakhir yang lolos pada 16 Juni 2022 

TRIBUNTERNATE.COM - Kepala intelijen militer Israel memperingatkan adanya rencana Iran untuk meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, Israel, dan oposisi domestik, Senin (21/11/2022) lalu.

Serangan itu disebut Israel sebagai tanggapan Iran atas krisis yang semakin berlarut-larut.

"Ketika tekanan terhadap Iran meningkat, tanggapan Iran terhadap berbagai peristiwa menjadi jauh lebih agresif," kata Kepala Direktorat Intelijen Angkatan Darat Israel, Aharon Haliva.

Aharon Haliva menambahkan, Teheran “ingin dan tengah mempertimbangkan sabotase pertandingan [Piala Dunia] di Qatar," dikutip dari media Israel Haaretz.

Diketahui, ada sekitar 1,2 juta orang yang mengunjungi Doha, Qatar untuk menyaksikan langsung gelaran Piala Dunia 2022.

Dari jumlah itu, diperkirakan ada sekitar 30.000 orang Israel yang berkunjung ke Qatar pasca-tercapainya kesepakatan khusus yang memperbolehkan wisatawan Israel untuk memasuki wilayah Qatar.

Baca juga: Hadiri Piala Dunia 2022, Warga Israel Diminta Tak Mengumbar Identitasnya demi Keamanan

Baca juga: Catatan Piala Dunia 2022: Pertama Kali dalam Sejarah, Ada Penerbangan Langsung dari Israel ke Qatar

Baca juga: Ada Blokade Israel, Pesepakbola Palestina Harus Kubur Mimpi Menonton Piala Dunia 2022 Qatar

Piala Dunia Qatar 2022
Piala Dunia Qatar 2022 (asianews.it)

Selanjutnya, Aharon Haliva menyebut bahwa agenda Iran terhalangi oleh respon Qatar.

Selain itu, Aharon Haliva memperingatkan, Iran berencana menyerang Arab Saudi dalam beberapa minggu mendatang, sebab Iran menilai Arab Saudi telah campur tangan urusan dalam negerinya.

Berbicara pada konferensi tahunan program Iran di Institut Studi Keamanan Nasional (INSS), Aharon Haliva mengatakan, “Sejak Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir 4,5 tahun yang lalu, dunia belum mengambil langkah atau tindakan yang signifikan untuk menghentikan Iran, dan kemajuan [pengembangan uraniumnya].”

Baca juga: Video Viral Orang-orang Arab Tolak Diwawancara Wartawan Israel di Piala Dunia Qatar: Anda dari Mana?

Baca juga: Piala Dunia 2022 Bantu Soroti 15 Tahun Blokade Israel, Pesepakbola Palestina: Israel Tak Hormati HAM

Menurut penilaiannya, Iran akan segera 'memainkan' uranium yang telah diperkaya dengan kemurnian hingga 90 persen.

Negara Persia di Asia Barat Daya itu dinilai akan mengamati respon dunia internasional terlebih dahulu sebelum bergerak ke bom yang sebenarnya.

Saat ini, Iran memiliki Uranium yang cukup untuk mengembangkan empat bom nuklir, kata kepala intel Israel tersebut.

Komunitas internasional, menurut Aharon Haliva, tidak memperhatikan sejauh mana kekuatan Iran atau dampak regional dan globalnya.

Ia pun merujuk pada Iran yang dituding baru-baru ini mempersenjatai Rusia dalam perangnya dengan Ukraina dan laporan yang mengklaim Rusia berencana untuk membuat lebih banyak drone penyerang dengan bantuan Iran.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved