Piala Dunia Qatar 2022

Roy Keane Masih Lanjut Sindir Tite Soal Tarian Selebrasi Gol Brasil: Menarinya di Klub Malam Saja!

"Permainan ini tentang rasa hormat. Menari saja setelahnya di ruang ganti, atau di klub malam, baru itu nggak jadi masalah," imbuh Roy Keane.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Rizki A
Twitter/premierleague via Sports Brief
Pelatih Brasil, Tite, ikut menari saat para pemainnya merayakan gol yang membawa Brasil unggul 3-0 atas Korea Selatan, Senin (5/12/2022) malam waktu setempat. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pemain legendaris Manchester United (MU) sekaligus pundit, Roy Keane, masih lanjut menyindir selebrasi menari yang dilakukan oleh Brasil di Piala Dunia 2022.

Pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 saat mengalahkan Korea Selatan dengan skor 4-1, Senin (5/12/2022), para pemain Brasil merayakan selebrasi setiap mencetak gol dengan menari.

Bahkan, pelatih Brasil, Tite, juga ikut menari di lapangan setelah Richarlison mencetak gol ketiga.

Roy Keane pun melontarkan kritikan pedas; tarian selebrasi gol Brasil tidak sopan dan tidak menghormati lawan di lapangan, apalagi saat selisih skor sangat lebar, yakni 4-0.

Selain itu, Roy Keane menyamakan tarian selebrasi gol Brasil dengan reality show Strictly Come Dancing.

Di sisi lain, Tite telah menegaskan bahwa selebrasi tarian saat itu tidak bermaksud mengejek Korea Selatan, melainkan hanya ekspresi kebahagiaan tim.

Baca juga: Piala Dunia 2022: Tite Tegaskan Tarian Selebrasi Gol Brasil Tak Bermaksud Mengejek Korea Selatan

Gelandang Timnas Brasil #07 Lucas Paqueta (kedua kanan, depan) melakukan selebrasi bersama penyerang #20 Vinicius Junior (kedua kanan, belakang) dan #10 Neymar (tengah) serta rekan setimnya yang lain usai mencetak gol keempat dalam babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar Brasil vs Korea Selatan di Stadium 974, di Doha, Qatar, Senin (5/12/2022) malam waktu setempat.
Gelandang Timnas Brasil #07 Lucas Paqueta (kedua kanan, depan) melakukan selebrasi bersama penyerang #20 Vinicius Junior (kedua kanan, belakang) dan #10 Neymar (tengah) serta rekan setimnya yang lain usai mencetak gol keempat dalam babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar Brasil vs Korea Selatan di Stadium 974, di Doha, Qatar, Senin (5/12/2022) malam waktu setempat. (AFP/PABLO PORCIUNCULA)

Baca juga: Jerman Terusir dari Piala Dunia 2022, Jamal Musiala Rehat dari Media Sosial, Tak Mau Nonton 16 Besar

Baca juga: Maroko Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2022, Walid Regragui: Kami Mewakili Seluruh Afrika

Baca juga: Piala Dunia 2022: Inggris vs Perancis, Gareth Southgate Siapkan Strategi Anti-Mbappe

Adapun Brasil akan menghadapi Kroasia dalam babak perempat final Piala Dunia 2022 Qatar di Education City Stadium pada Jumat (9/12/2022) petang waktu setempat atau pukul 22.00 WIB.

Jelang laga Brasil vs Kroasia, Roy Keane kembali melontarkan kritikan soal tarian selebrasi terhadap Tite.

"Sebenarnya, saya suka menonton Brasil dan apa yang mereka perjuangkan," kata mantan pemain kelahiran Cork, Irlandia 10 Agustus 1971 itu, kepada Sky Bet, dikutip dari Daily Mail.

"Tapi saya tidak paham, bagaimana seorang manajer bisa menari saat pertandingan masih berlangsung. Ada manajer lawan yang hanya berjarak 10 yard darinya. Nah, itu yang harus diperhatikan," lanjutnya, mempertanyakan bagaimana bisa Tite, yang notabene seorang manajer, ikut menari di lapangan.

Roy Keane menilai, dalam sebuah pertandingan, rasa hormat terhadap lawan adalah hal yang penting.

Sehingga, ia menyindir Brasil dengan mempersilakan melakukan tarian selebrasi sekalian saja di klub malam.

Ia melanjutkan, jika setiap gol dirayakan dengan tarian, maka satu pertandingan bisa berlangsung selama tiga hari.

Baca juga: Van Gaal Sedih Disebut Pelatih Terburuk oleh Angel Di Maria, Bakal Ketemu saat Belanda Vs Argentina

Baca juga: Gacor Bela Perancis di Piala Dunia 2022, Dayot Upamecano Ungkap Besarnya Peran Julian Nagelsmann

Baca juga: Ronaldo Dituduh Bikin Gonjang-ganjing Ancam Pergi setelah Tak Jadi Starter di Laga Portugal Vs Swiss

"Permainan ini tentang rasa hormat. Menari saja setelahnya di ruang ganti, atau di klub malam, baru itu nggak jadi masalah," imbuh Roy Keane.

"Tapi mengapa Brasil merasa tak ada masalah saat melakukan selebrasi semacam itu selama pertandingan? Jika setiap orang menari setelah mencetak gol, permainan akan berlangsung selama tiga hari," sindirnya.

Bahkan, Roy Keane melanjutkan sindirannya dengan menyebut, pelatih harus melakukan tarian agar mendapat lisensi kepelatihan profesional.

"Tahukah kamu, apa yang harus mereka mulai lakukan? Ketika para pelatih menunjukkan keahlian, tunjukkan caramu menari di pinggir lapangan kepada para manajer, lupakan saja apa itu taktik," papar Roy Keane.

(TribunTernate.com/Rizki A.)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved