Liga Inggris
Todd Boehly Bakal Pecat Graham Potter seperti Thomas Tuchel, Begini Kata Media Inggris soal Chelsea
Todd Boehly disebut-sebut bakal segera memecat Graham Potter seperti dulu saat memecat Thomas Tuchel.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Pelatih Chelsea, Graham Potter, diprediksi bakal segera dipecat.
Todd Boehly disebut-sebut bakal segera menghentikan kerja sama dengan Graham Potter seperti dulu saat memecat Thomas Tuchel.
Prediksi ini diungkapkan oleh media Inggris, Evening Standard.
Baca juga: Graham Potter Diwanti-wanti agar Tak Ulangi Kesalahan Ancelotti saat Rekrut Torres ke Chelsea
Baca juga: Kai Havertz Tampil Gacor saat Chelsea Vs Bournemouth, Graham Potter Puji: Tak Biasa tapi Bagus
Melalui pemberitaannya, Evening Standard menyebut Graham Potter akan kehilangan pekerjaannya di Chelsea.
Meski demikian, Graham Potter diprediksi segera mendapat pekerjaan pengganti yang lebih cocok dengan keahliannya.
Diketahui, Graham Potter memang menuai kritikan sebelum Piala Dunia Qatar 2022 dimulai.
Bagaimana tidak, Chelsea harus menghadapi empat kekalahan dari lima pertandingan terakhir.
Namun, Chelsea tampaknya berhasil bangkit setelah Piala Dunia dengan mengalahkan Bournemoouth 2-0.
Tendangan Kai Havertz dan Mason Mount berhasil membawa kemenangan untuk Chelsea.
Baca juga: Guardiola Dikritik Jadikan Jack Grealish Starter saat Man City Vs Everton: Mana Alvarez dan Foden?
Pemain Chelsea Kesal dengan Graham Potter
Para pemain Chelsea disebut mulai kesal dengan sang pelatih, Graham Potter.
Hal ini tak lain dari metode Graham Potter dalam memilih starter XI dari skuadnya.
Graham Potter dikenal inkonsisten dalam memilih siapa-siapa saja yang berhak untuk menjadi starter.
Hal ini diungkapkan oleh mantan gelandang Liverpool dan Timnas Inggris, Danny Murphy.
Danny Murphy mengaku menggemari Graham Potter karena kecerdikannya.
Baca juga: Jawaban Graham Potter soal Chelsea Gaet Joao Felix dari Atletico, Saingan Man United dan Arsenal
"Saya adalah penggemar Potter, bagaimana mungkin kalian tidak mendukung dengan apa yang telah dia capai dalam pertandingan? Saya suka cara dia tampil."
"Dia cerdas, pandai menyampaikan pemikiran, dan dia adalah pesepakbola yang baik."
"Tapi saya pikir akhir-akhir ini dia mulai menunjukkan kurangnya pengalaman mengurus klub besar dan para pemain besar," kritiknya, dikutip dari express.co.uk.
Bagi Murphy, langkah Potter itu tidak tepat karena hanya akan membuat para pemain bingung dan tak ada waktu yang cukup untuk adaptasi.
"Seolah kalian menempatkan pasak persegi di lubang bulat yang mana sangatlah aneh. Terlalu memusingkan formasi dan ini sebagian karena Graham Potter menghabiskan hidupnya untuk meraih prestasi sangat tinggi dengan pesaing orang-orang yang memang kurang berprestasi."
"Dia harus menemukan cara untuk secara taktis mengalahkan tim yang lebih baik dari mereka dan membuat rencana setiap saat," sambungnya.
Bagi Murphy, jika ingin menonjol di Liga Inggris, biasanya pelatih akan terpaku pada satu susunan starter dan tidak berganti-ganti seperti Potter.
"Biarkan para pemain membangun hubungan dengan rekannya, membangun kepercayaan diri."
"Setiap kali Anda mengutak-atik tim dengan lima atau enam pemain dan setiap kali Anda mengubah-ubah formasi, para pemain top merasa terganggu. Mereka menjadi kesal," kritiknya.
Mauricio Pochettino Siap Gantikan Graham Potter
Mantan pelatih PSG, Mauricio Pochettino, mengaku siap menggantikan Graham Potter sebagai pelatih Chelsea.
Bahkan, Mauricio Pochettino disebut-sebut merasa bahwa pemilik Chelsea, Todd Boehly, mulai khawatir dengan penurunan performa The Blues di bawah kepemimpinan Graham Potter.
Dikutip dari football365.com, hal ini diungkapkan oleh orang terdekat Mauricio Pochettino.
Diketahui, saat ini Mauricio Pochettino masih menganggur sejak pemecatannya pada Juli 2022 lalu.
Pochettino dipecat gara-gara gagal membawa PSG ke Liga Champions.
Pelatih asal Argentina itu dikait-kaitkan dengan klub-klub Inggris setelah ia punya pengalaman luar biasa di Southampton dan Tottenham Hotspur.
Manchester United termasuk klub yang nyaris menggaetnya sebelum akhirnya mereka memilik Erik ten Hag.
Ia juga dikaitkan dengan Aston Villa yang baru saja mengganti Steven Gerrard dengan Unai Emery.
Pochettino kabarnya enggan bergabung dengan Aston Villa karena kabarnya ia merasa gaya permainannya tak cocok dengan klub itu.
Sementara itu, ia juga nyaris menjadi pelatih Chelsea sebelum Graham Potter akhirnya terpilih.
Kini, ia kembali menyinggung soal peluang itu, menyebut Boehly mulai khawatir dengan pencapaian Potter.
Menurutnya, posisi Potter saat ini terancam setelah Chelsea kalah empat kali dari lima pertandingan terakhir.
"Saya masih sangat muda," ujar Pochettino pada BBC.
"Setelah Paris, kami memutuskan untuk menunggu sampai Piala Dunia berakhir."
"Di Paris ada pengalaman yang berat, hebat tapi berat, kalian harus memproses segala aspek (saat membuat keputusan)," sambungnya.
Selama menganggur, Pochettino merasa lega bisa menghabiskan banyak waktu bersama keluarganya.
Kini, bisakah Pochettino kembali merapat ke Chelsea atau klub raksasa lainnya?
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Mantan-pelatih-Chelsea-Thomas-Tuchel-dan-pelatih-baru-Chelsea-Graham-Potter.jpg)