Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Inggris

Liverpool Ketar-ketir, Skuad Klopp Mulai Mirip dengan Arsenal Era Wenger setelah Dibantai Brentford

Liverpool era Jurgen Klopp ini dikhawatirkan bakal jadi seperti Arsenal yang terpuruk di era Arsene Wenger.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@liverpoolfc
Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Liverpool era Jurgen Klopp ini dikhawatirkan bakal jadi seperti Arsenal yang terpuruk di era Arsene Wenger. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kondisi Liverpool kini kembali mengkhawatirkan para penggemarnya.

Liverpool era Jurgen Klopp ini dikhawatirkan bakal jadi seperti Arsenal yang terpuruk di era Arsene Wenger.

Liverpool baru saja dibantai Brentford 3-1 pada Selasa (3/1/2022).

Baca juga: Liverpool PDKT Lagi dengan Bintang Wolves Idola Guardiola, Matheus Nunes Jadi Gabung Jurgen Klopp?

Baca juga: Erling Haaland Jadi Anak Emas Guardiola, Ayah Tegaskan Bakal Tinggalkan Man City dan Liga Inggris

Pakar sepak bola, Jamie Carragher, memprediksi Liverpool bisa seterpuruk Arsenal di masa itu.

Diberitakan rousingthekop.com, Carragher berpendapat bahwa permainan Liverpool saat melawan Brentford sangat mengkhawatirkan.

Diketahui, gol pembuka dicetak oleh Ibrahima Konate di menit ke-19 dan disusul gol Yoane Wissa pada menit ke-42.

Liverpool mencoba membalas, namun hanya punya kesempatan satu gol oleh Alex Oxlade-Chamberlain pada menit ke-50.

Brentford menyegel kemenangan dengan gol ketiga oleh Bryan Mbeumo pada menit ke-84.

Baca juga: Chelsea Rela Bayar Rp 2 T demi Gaet Enzo Fernandez, Bintang Argentina Siap Jadi Skuad Graham Potter

"Ketika saya menonton Liverpool sekarang, khususnya mengamati lini tengah, rasanya tim Jurgen Klopp berubah menjadi sesuatu yang lain, tim teknis," ungkap Carragher.

Dari pengamatannya terhadap Arsenal, ada perubahan di Liverpool yang menjadikannya seperti The Gunners.

"Satu-satunya tim yang mengingatkan saya adalah ketika saya bermain melawan Arsenal di era Arsene Wenger."

"Ya mereka adalah tim sepak bola yang hebat tapi kecepatan dan fisik mereka yang sesungguhnya tak bisa diatasi oleh tim."

"Kemudian tim itu berubah menjadi sesuatu yang teknis dan mereka tidak pernah menang lagi," paparnya.

Baca juga: Kalah 1-3 dari Brentford, Alex Oxlade-Chamberlain Beri Kode Liverpool Sangat Kehilangan Sadio Mane

Liverpool Dekati Matheus Nunes

Liverpool kembali menunjukkan ketertarikan kepada bintang Wolverhampton Wanderers, Matheus Nunes.

Liverpool sempat gagal mendapatkan Matheus Nunes dan kini mencoba pendekatan lagi di bursa transfer Januari 2023.

Pemain Wolves, Matheus Nunes, yang diperebutkan Liverpool dan Manchester City
Pemain Wolves, Matheus Nunes, yang diperebutkan Liverpool dan Manchester City (Instagram.com/@matheusnunes73)

Diketahui, Matheus Nunes adalah salah satu pemain idola pelatih Manchester City, Pep Guardiola.

Pep Guardiola pernah memuji Matheus Nunes sebagai pemain terbaik.

Kini, akankah Matheus Nunes bergabung dengan skuad Jurgen Klopp?

Dikutip dari rousingthekop.com, Liverpool harus menggelontorkan dana sekitar 44 juta poundsterling atau sekitar Rp 822 miliar untuk menggaet Nunes.

Nunes kemungkinan akan pindah ke Anfield pada akhir musim.

Setelah pindah ke Midlands, ekspektasi Nunes di Liga Inggris belum terpenuhi.

Sang gelandang tampil 14 kali di Liga Inggris musim ini dan hanya menyumbang satu assist.

Sebelum bergabung dengan Old Gold, Nunes terkenal dengan potensinya yang sangat besar hingga dipuji Guardiola.

Graham Potter Disebut Mirip Mikel Arteta saat Pertama di Arsenal

Pemilik Chelsea, Todd Boehly, mengalami cobaan berat terkait pelatih pilihannya, Graham Potter.

Graham Potter yang baru menjabat sebagai pelatih Chelsea sejak September 2022 belum menunjukkan tanda-tanda perkembangan positif.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta dan pelatih Chelsea, Graham Potter.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta dan pelatih Chelsea, Graham Potter. (Instagram.com/@mikelarteta - @grahampotter.manager)

Hal ini cukup mirip dengan awal karier Mikel Arteta saat melatih Arsenal.

Akankah Todd Boehly membiarkan Graham Potter gagal di awal dan percaya sang pelatih akhirnya bisa bangkit?

Dikutip dari dailymail.co.uk, dalam paruh musim pertama Mikel Arteta di Arsenal sejak Natal 2019, timnya menyelesaikan 43 poin di belakang sang juara, Liverpool.

Selama sang pelatih asal Spanyol memimpin Arsenal, klub berada di urutan kedelapan, kedelapan, kelima, dan kini akhirnya pertama di Liga Inggris.

Perubahan besar yang dilakukan Arteta persis seperti yang kini ditunggu-tunggu dalam diri Potter.

Bedanya, Arteta dulu dibolehkan untuk mengalami tren negatif berturut-turut.

Sedangkan budaya seperti itu bukanlah ciri khas Chelsea.

Jika Potter masih meneruskan tren negatif, maka ada kemungkinan ia bakal senasib seperti Thomas Tuchel, yakni dipecat dari Chelsea.

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved