Kasus Tewasnya Brigadir J

Putri Candrawathi Baca Pleidoi: Peristiwa Memalukan Itu Merenggut Paksa Kebahagiaan Keluarga Saya

Dalam pleidoi yang dibacakan di PN Jakarta Selatan itu, Putri Cahdrawathi menyinggung klaim kekerasan seksual yang diduga dilakukan Brigadir J.

Editor: Rizki A
Tribunnews/JEPRIMA
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Putri Candrawathi mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023). Sidang tersebut beragendakan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNTERNATE.COM - Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi, menjalani sidang dengan agenda pembacaan pleidoi atau nota pembelaan, Rabu (25/1/2023).

Dalam pleidoi yang dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan itu, Putri Cahdrawathi menyinggung klaim kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh Brigadir J.

Kata Putri Candrawathi, peristiwa dugaan pelecehan itu telah merampas kebahagiaan keluarganya.

Sehingga, ia seringkali merasa tak lagi sanggup untuk menjalani sisa kehidupan.

"Tidak pernah sedikit pun terpikirkan peristiwa memalukan ini terjadi merenggut paksa kebahagiaan kami. Seringkali saya merasa tidak sanggup menjalani kehidupan ini lagi," kata Putri.

Terdakwa Putri Candrawathi mengenakan pakaian serba putih saat menghadapi sidang tuntutan atas perkara tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023).
Terdakwa Putri Candrawathi mengenakan pakaian serba putih saat menghadapi sidang tuntutan atas perkara tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023). (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Namun, kata istri Ferdy Sambo itu, ingatan tentang pelukan dan senyuman anak-anaknya membuatnya tersadar bahwa meski dunia tak lagi adil kepadanya, keluarga merupakan alasan untuk bertahan dan tetap kuat.

Dalam kesempatan itu, Putri menyampaikan bahwa jika Tuhan mengizinkan, ia berharap dapat kembali memeluk anak-anaknya sesegera mungkin.

"Majelis Hakim Yang Mulia, kalaulah saya boleh berharap, jika Tuhan mengizinkan, semoga saya bisa kembali memeluk putra putri saya, pelukan paling dalam merasakan hangat tubuh mereka dalam kasih sayang seorang ibu," ujar dia.

Baca juga: Kuat Maruf Mengaku Tak Paham Dakwaan JPU hingga Bantah Isu Selingkuh dengan Putri Candrawathi

Baca juga: Tuntutan Putri Candrawathi Lebih Ringan dari Bharada E, Keluarga Brigadir J: Hukum Tumpul ke Atas

Baca juga: Ferdy Sambo Disuruh Laporkan Perselingkuhan Putri Candrawathi ke Polisi

Diketahui, dalam perkara tewasnya Brigadir J, Putri Candrawathi dituntut pidana 8 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.

Sementara, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dituntut 12 tahun penjara oleh jaksa dalam statusnya sebagai justice collaborator atau saksi pelaku.

Keduanya dinyatakan oleh jaksa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dan turut serta dalam merampas nyawa seseorang dengan perencanaan terlebih dahulu sebagaimana yang didakwakan.

Dalam tuntutannya jaksa menyatakan, terdakwa bersalah melanggar Pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pembelaan Putri Candrawathi: Seringkali Saya Merasa Tidak Sanggup Jalani Kehidupan Ini Lagi

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved