Lucky Hakim Mundur dari Wabup Indramayu
Muncur dari Wabup Indramayu, Lucky Hakim: Saya Dikasih Semuanya, Tapi Kok Tidak Kerja
Menurutnya, ia tidak mengeluh, tetapi ia merasa sudah diberi segala gaji dan fasilitas tetapi tidak bekerja sebagaimana mestinya.
TRIBUNTERNATE.COM - Keputusan Lucky Hakim untuk mundur dari jabatan Wakil Bupati Indramayu masih terus menjadi sorotan.
Diketahui, Lucky Hakim dilantik menjadi Wakil Bupati Indramayu, mendampingi Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar pada Jum’at (26/02/2021) lalu.
Belum sampai masa jabatan 2021-2026 selesai, Lucky Hakim memutuskan untuk mundur dari jabatannya di jajaran pemerintahan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Aktor berusia 43 tahun itu pun menjelaskan alasannya mengapa ia memilih mundur dari jabatannya.
Menurutnya, ia tidak mengeluh, tetapi ia merasa sudah diberi segala gaji dan fasilitas tetapi tidak bekerja sebagaimana mestinya.
"Dan saya tidak komplen hal itu tidak apa-apa dan saya nggak bahas itu. Hanya saja saya ingin kasih tahu mengapa saya mundur karena saya merasa dikasih semuanya tapi saya tidak kerja," tegasnya.
Mantan Wakil Bupati Indramayu itu mengungkapkan alasan mengapa ia tidak bisa bekerja karena dibatasi oleh undang-undang.
"Terus kenapa kamu tidak kerja? Karena keterbatasan undang-undang. Saya berencana untuk itu (tidak terima gaji) tapi saya pikir paling terbaik mundur," jelasnya.
Baca juga: Mundur dari Wabup Indramayu, Lucky Hakim Tolak Gaji Buta: Yang Nggaji Saya kan Orang Susah Cari Uang
Wakil Bupati Indramayu itu sebelumnya juga mengungkapkan mengapa dirinya tidak bisa mengemban tugas dan amanah karena dirinya tidak diberikan alatnya.
"Di tahun pertama tiga bulan pertama ada (Dimintai bantuan Bupati) setelah itu tidak ada dan hal itu bisa dibuktikan. Yang paling mudah begini bagaimana saya bisa tahu ada undangan atau panggilan kalau saya tidak punya alat komunikasinya, misalnya protokoler atau ajudan jadi saya betul-betul buta. Tidak tahu ada presiden mau datang, gubernur datang bagaimana saya mau tahu karena tidak ada orang yang menyampaikan kepada saya," tegasnya.
Lucky Hakim melanjutkan dirinya benar-benar diam, bahkan masuk ke ruangan kerja dirinya tidak memiliki asisten pribadi.
"Ini saya sedang tidak komplen itu ya. Tapi saya harus kasih tahu kenapa saya tidak bisa bekerja. Hak protokoler, ajudan, asisten pribadi dan penjagaan satpol PP tidak ada. Karena saya tanya itu semua ada anggarannya dan saya tidak dapat," jelasnya.
Tak Mau Terima Uang Makan dan Minum; "Saya Merasa Tidak Ngapa-ngapain"
Lucky Hakim mengungkapkan alasan mengapa ia menolak menerima anggaran uang makan dan minum senilai Rp 483 juta setahun saat dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati Indramayu.
Adapun anggaran penyediaan rumah tangga bupati dan wakil bupati Indramayu mencakup makan dan minum kepala daerah sebesar Rp561 juta dan wakil kepala daerah sebesar Rp483 juta.
"Saya tidak mengambil uang makan dan minum karena saya bilang sudah nggak kerja. Apa yang mau dimakan dan diminum, orang tidak ada tamu yang datang jadi saya tidak terima itu (uang makan dan minum) jadi saya nggak mau," kata Lucky Hakim dikutip dari podcast Akbar Faizal Uncensored yang ditayangkan Senin (27/2/2023).
"Saya tidak mau menerima karena saya merasa bahwa saya tidak ngapa-ngapain. Saya nggak ngapa-ngapain terus saya menerima uang itu. Saya nggak mau," sambungnya.
Hanya 3 Kali Perjalanan Dinas
Kemudian dikatakan Lucky Hakim selama menjabat sebagai Wakil Bupati Indramayu dirinya hanya tiga kali melaksanakan perjalanan dinas.
"Perjalanan dinas saya juga tidak ada karena memang tidak ada penugasan tapi nanti saya mau tahu ada tidak anggarannya terserap atau tidak. Saya hanya tiga kali perjalanan dinas semuanya ke Bandung," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tolak Uang Makan dan Minum Setahun Rp 483 Juta, Lucky Hakim: Saya Tidak Ngapa-ngapain
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/lucky-hakim-dkmf.jpg)