Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Wanita Jadi Poros Utama Perputaran Ekonomi, Kemenkominfo Ajak Berdayakan Potensi Srikandi Indonesia

Peran wanita dalam bidang ekonomi, apalagi di era serba digital ini, tak lagi bisa dipandang sebelah mata.

|
Editor: Ifa Nabila
Siaran Pers Kominfo
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Program Serba-Serbi Literasi Digital (SEREAL), menggelar sesi pelatihan bersama para mentor, yang bertema "Gapailah Mimpimu Srikandi Indonesia!". 

TRIBUNTERNATE.COM - Wanita kini menjadi poros utama perputaran roda ekonomi.

Peran wanita dalam bidang ekonomi, apalagi di era serba digital ini, tak lagi bisa dipandang sebelah mata.

Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), dikutip dari rilis yang diterima TribunTernate.com.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pangan, Kodim 1509 Labuh Gandeng Distan Halsel Beri Penyuluhan

Baca juga: Thamrin Marsaoly Klaim Stok Sayur Mayur di Ternate Aman Selama Ramadhan

Bisa dilihat saat pandemi Covid-19 melanda dunia tak terkecuali Indonesia, banyak wanita yang bergerak untuk menumbuhkan ekonomi dengan membuka
peluang usaha rumahan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Program Serba-Serbi Literasi Digital (SEREAL), menggelar sesi pelatihan bersama para mentor, yang bertema "Gapailah Mimpimu Srikandi Indonesia!".

Kegiatan ini bertujuan untuk memajukan literasi digital pelaku usaha perempuan, sehingga mereka bisa mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk memajukan bisnisnya.

KemenPPPA, pada awal pandemi Covid-19, menyebut bahwa perempuan memiliki peran dan potensi sangat besar dalam menopang ekonomi bangsa, terutama saat menghadapi kondisi tersebut.

Hal ini didukung data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2022, terdapat sebanyak 8,71 juta unit UMKM dan sebagian besar UMKM (64,5 persen) dikelola oleh perempuan.

Pandemi mengakibatkan perubahan pola perilaku masyarakat. Selain kesehatan, ekonomi juga terdampak karena melemahnya daya jual dan beli masyarakat.

Namun di sisi lain juga mendorong banyak orang, khususnya perempuan, yang kemudian membangun usaha dengan memanfaatkan layanan digital, salah satunya e-commerce.

Karena perlunya adaptasi digital, banyak tantangan yang harus dihadapi, khususnya oleh para perempuan yang membuka bisnisnya di saat pandemi. Salah satunya berkaitan dengan teknologi.

Secara umum, literasi digital perempuan di Indonesia terbilang kurang. menunjukkan bahwa 51,8 persen responden perempuan memiliki literasi digital yang rendah.

Sedangkan untuk laki-laki, 45 persen dari responden dapat dikategorikan sebagai literasi digital rendah.

Di era digital, peluang kerja semakin banyak. Ada kesempatan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia seperti bekerja paruh waktu, jualan online melalui e-commerce, dan lain sebagainya.

“Sebagai salah satu platform e-commerce terkemuka di Indonesia, Lazada berkomitmen untuk mendukung para perempuan Indonesia untuk bisa memanfaatkan peluang dan ikut mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ungkap Ferry Kusnowo, Direktur Eksekutif Lazada Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved