Jumat, 8 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Pihak Pemadam Kebakaran Halmahera Selatan Akui Alami Kendala Tangani Kebakaran Penampung Ikan

Indra Faris mengaku alami kendala saat menangani peristiwa kebakaran bangunan penampung ikan di pelabuhan perikanan

Tayang:
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/ Nurhidayat Hi Gani
Tampak salah seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Halmahera Selatan sedang berupaya memadamkan api di bangunan penampung ikan pelabuhan perikanan, Senin (3/4/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Halmahera Selatan, Indra Faris mengaku alami kendala saat menangani peristiwa kebakaran bangunan penampung ikan di pelabuhan perikanan yang berlokasi di Desa Panamboang, Kecamatan Bacan Selatan, Senin (3/4/2023).

Akibat dari kendala tersebut, bangunan milik Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Maluku Utara ini ludes dilalap api.

Indra Faris menjelaskan, saat menerima informasi dari warga terkait peristiwa ini, dia lalu mengarahkan dua unit mobil pemdam ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), lengkap dengan personel.

Namun saat itu, dua unit mobil ini harus mampir ke SPBU untuk melakukan penambahan Bahan Bakar Minyak (BBM). Tapi di SPBU tersebut, pompa minyaknya alami kerusakan sehingga mobil pemadam dipaksakan menuju ke TKP.

“Sampai di TKP, lalu BBM-nya kurang. Akhirnya macet pengisapan minyak di mobil sekitar 1 menit, karena tidak sempat pemgisian minyak di SPBU, “jelasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Penampung Ikan di Halmahera Selatan Terbakar, Kerugian Capai Miliar

Oleh karena itu dia menegaskan, Damkar Halamhera Selatan tidak lamban merespons laporan masyarakat terkait persitiwa kebakaran tersebut.

“Jadi kita tidak pernah terlambat, tapi mereka yang lambat lapor. Kita dapat onformasi itu langsung pemadam menuju ke TKP, “tegasnya.

Indra Faris juga menambahkan dalam proses pemadaman bangunan penampung ikan ini, membutuhkan waktu 1 jam lebih hingga api berhasil dipadamkan. Karena di bagian atap bangunan itu, bahan-bahannya mudah terbakar dan api sehingga api terus merambat ke mana-mana.

“Barang-barang di dalam bangunan semuanya rusak, meski di dalam bangunan ada es. Tapi bahan-bahan bangunan itu mudah terbakar, “tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved