Liga Inggris
Jack Grealish Merasa Masih Disayang Guardiola meski Habis Main Jelek, Bintang City Sebut Kata Bosnya
Bintang Manchester City, Jack Grealish, merasa masih disayang sang pelatih, Pep Guardiola.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Bintang Manchester City, Jack Grealish, merasa masih disayang sang pelatih, Pep Guardiola.
Bahkan, Jack Grealish merasa masih diutamakan oleh Pep Guardiola meski baru saja bermain buruk.
Dikutip TribunTernate.com dari dailymail.co.uk, Jack Grealish merasa sangat betah berada di Etihad Stadium.
Baca juga: Legenda Liverpool Selalu Ledek Jack Grealish, Winger Man City: Saya seperti Itu Disuruh Guardiola
Baca juga: Alasan Rodri Disayangi Guardiola Dibanding Kalvin Phillips, Maklumi Phillips Jarang Gacor di City
"Yang penting sekarang adalah saya merasa dicintai," ujar Jack Grealish.
Ia teringat kala main tidak terlalu bagus saat melawan Fulham, tapi Pep Guardiola tetap mempercayainya.
"Saya merasa sang pelatih sangat mempercayai saya. Saat lawan Fulham akhir pekan lalu, saya tidak memberi performa terbaik."
"Tapi Pep tetap mempertahankan saya, tetap mempercayai saya. Dia bilang ke saya 'Jack, kuasai bola, pertahankan, menangkan pelanggaran'. Jadi saya pulang dan merasa bahagia."
"Inilah yang saya impikan. Untuk bisa bermain di setiap laga untuk tim yang begitu penting pada waktu yang juga begitu penting," paparnya.
Baca juga: Guardiola Marah ke Jack Grealish dan Phil Foden setelah City Bantai Leeds di 2021: Didepak dari Tim
Jack Grealish Diledek Legenda Liverpool
Legenda Liverpool, Graeme Souness, memang kerap melontarkan kritik negatif kepada bintang Manchester City, Jack Grealish.
Jack Grealish pun sampai bingung mengapa mantan pelatih Newcastle United itu begitu mengincarnya untuk dicerca.
Di antaranya kritikan itu soal Jack Grealish yang dianggap selalu menguasai bola terlalu lama.
Dikutip TribunTernate.com dari Twitter @City_Xtra, Jack Grealish membela diri bahwa kebiasannya itu adalah atas perintah sang pelatih saat masih di Aston Villa.
"Cara para pakar bilang saya kehabisan napas (misalnya) Graeme, sulit dipercaya."
"Tapi dulu dia bilang saya menguasai bola terlalu lama. Saya bela diri 'Saya dulu main untuk Villa'."
"Sering kami tidak dapat bola, jadi sekalinya dapat pelatih kami menyuruh untuk mempertahankannya," jelasnya.
Tak hanya itu, kini Pep Guardiola juga meminta hal yang sama, yakni untuk bermain secara rileks.
"Ini sama saja di Man City. Orang-orang memandang Pep sebagai pelatih tiki-taka, tapi sebelum laga tandang Bayern di UCL, dia bilang 'Kalian tahu apa artinya memiliki bola? Ini adalah tetang menjadi pemain yang terus menguasai bola, yang bisa membuat tenang permainan'," paparnya.
Jack Grealish Masih Terpukau pada Kevin De Bruyne
Jack Grealish mengaku masih malu-malu pada rekannya, Kevin De Bruyne.
Jack Grealish yang sudah hampir 2 tahun bersama Manchester City masih terpukau jika mengingat dirinya kini bisa setim dengan bintang sebesar Kevin De Bruyne.

Terlebih mantan kapten Aston Villa itu kini menjadi starter rutin, sehingga bisa sering bermain dengan Kevin De Bruyne.
"Saya cukup kagum berada di sini, agak malu-malu. Bukan pada kepribadian (sehari-hari), tapi jika di lapangan."
"Orang akan berteriak 'Jack, oper!' dan saya bakal 'Gila, itu De Bruyne, saya harus mengoper kepadanya'. Ya begitulah, dia adalah idola saya," paparnya, dikutip TribunTernate.com dari dailymail.co.uk.
Jack Grealish Pernah Dimarahi Pep Guardiola
Manchester City akan menjamu Leeds United pada Sabtu (6/5/2023).
Terakhir kalinya Leeds United bertandang ke Etihad Stadium adalah saat dibantai 7-0 pada Desember 2021 lalu.
Setelah laga tersebut, ada kejadian tidak menyenangkan antara pelatih Manchester City, Pep Guardiola dengan kedua anak asuhnya, Jack Grealish dan Phil Foden.
Diberitakan TribunTernate.com dari mirror.co.uk, saat itu Jack Grealish dan Phil Foden berbuat sembrono hingga dikeluarkan dari skuad utama.
Keduanya ketahuan merayakan kemenangan di sebuah bar di Kota Manchester.
Perayaan semacam itu sebenarnya biasa, namun masalahnya kedua pemain Inggris itu jadi tidak fit dan meminta masa pemulihan yang seharusnya digunakan untuk latihan pada keesokan harinya.
Hal ini membuat Pep Guardiola marah meski sang pelatih saat itu berada di Barcelona, namun tetap mendengar kabar itu.
Akhirnya, Pep Guardiola mendepak keduanya dari skuad utama dan tidak jadi starter di laga berikutnya melawan Newcastle United.
Pep Guardiola sampai menegaskan bahwa itu bukanlah rotasi, namun benar-benar karena amarahnya kepada dua pemain itu.
"Itu bukan rotasi, bukan. Saya memutuskan memilih tim ini karena mereka berhak bermain, yakni para pemain ini, bukan yang lain," tegasnya.
Kini, jika sampai Manchester City menang besar lagi atas Leeds United, akankah Jack Grealish dan Phil Foden mengulang kesalahannya?
Jack Grealish Kenang Liga Champions 2022
Jack Grealish mengenang momen saat skuadnya dikalahkan Real Madrid di leg 2 semifinal Liga Champions 2022.
Saat itu, Manchester City bertandang ke Stadion Santiago Bernabeu dan berakhir kekalahan 3-1.
Jack Grealish merasa sangat hancur ketika mengingat kekalahan itu, terutama saat menyaksikan gol kedua yang dicetak oleh Rodrygo.
Dikutip TribunTernate.com dari dailymail.co.uk, Jack Grealish saat itu tidak masuk skuad utama Pep Guardiola.
Jack Grealish baru masuk pada menit ke-78 menggantikan Gabriel Jesus.
Sesaat setelah bergabung, Jack Grealish nyaris saja mencetak gol namun gagal.
Manchester City langsung dibombardir dua gol sekaligus dari Rodrygo di waktu tambahan.
Ditambah penalti dari Karim Benzema yang membuat skuad Carlo Ancelotti lolos ke final.
"Itu mengerikan. Hal yang paling membuat saya kesal adalah gol kecua mereka."
"Dani Carjaval merebutnya dan melakukan umpan silang. Kaki saya sangat lelah. Saya tidak merasa bugar, hanya beberapa meter darinya dan gagal," kenangnya.
"Mereka mencetak gol dan kami tahu apa yang terjadi. Saya sangat hancur setelah itu, saya sangat terpukul," sambungnya.
(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.