Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liga Champions

Kevin De Bruyne Player of the Match Madrid Vs City, Fans Skuad Ancelotti Ngamuk: Kok Bukan Vini Jr?

Bintang Manchester City, Kevin De Bruyne, meraih gelar Player of the Match dari pertandingan leg 1 semifinal Liga Champions melawan Real Madrid

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Instagram.com/@mancity - @championsleague
Bintang Manchester City, Kevin De Bruyne, meraih gelar Player of the Match dari pertandingan leg 1 semifinal Liga Champions melawan Real Madrid, Rabu (10/5/2023) WIB. 

TRIBUNTERNATE.COM - Bintang Manchester City, Kevin De Bruyne, meraih gelar Player of the Match dari pertandingan leg 1 semifinal Liga Champions melawan Real Madrid, Rabu (10/5/2023) WIB.

Kevin De Bruyne mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-67 setelah dibuka oleh Vinicius Junior pada menit ke-36.

Para fans Real Madrid pun tidak terima lantaran menurut mereka, seharusnya yang meraih trofi itu adalah Vinicius Junior atau Eduardo Camavinga.

Baca juga: Hancurnya Jack Grealish saat Man City Dikalahkan Madrid di UCL: Saya Benci Gol Kedua Rodrygo

Baca juga: Bukan Kemauan Guardiola gegara Madrid, Opsi Starter Man City Lawan Leeds Ternyata karena Kecapekan

Protes itu dilontarkan para fans Real Madrid di akun media sosial @championsleague.

Tampak dalam unggahan itu foto selfie Kevin De Bruyne membawa trofi Player of the Match.

@rosstomy7: Permisi Kevin, tapi yang terbaik di laga ini adalah Camavinga

@_carloss_: Bukan Vini Jr???

@azeez_cal: Vini dirampok

@4kekana: Dia cuma nampang waktu cetak gol lalu pergi dengan MOTM dan bukan Vini? Kok bisa?

@antipas_s: Vini dan Camavinga jauh lebih bagus dibanding KDB tapi siapa yang peduli

Jalannya Pertandingan

Babak pertama di Stadion Santiago Bernabeu, tim tamu langsung menguasai pertandingan.

Manchester City terus mendominasi dan bola tidak terkejar oleh skuad Carlo Ancelotti.

Gawang Courtois selalu sibuk dengan percobaan-percobaan Manchester City yang gagal.

Hingga menit ke-30, Real Madrid mulai mengancam dengan serangan balik Rodrygo dan Vinicius Junior.

Hingga gol tercipta oleh Vinicius Junior dari luar kotak penalti padahal skuadnya belum menguasai pertandingan.

Menjelang babak pertama berakhir, Real Madrid kembali bermain bertahan dengan bola dikuasai tim Pep Guardiola.

Di babak kedua, Real Madrid tampak lebih agresif sehingga ritme laga pun berubah.

Kini giliran gawang Ederson yang sering ramai demi gol kedua.

Justru gawang Courtois malah kebobolan pada menit ke-67.

Ilkay Gundogan mengirim assist kepada Kevin De Bruyne dan berhasil menjebol gawang dengan sepakan keras ke sisi kanan gawang.

Real Madrid mulai bisa agak menguasai bola meski Manchester City masih terus mengancam meski banyak kesempatan terbuang sia-sia.

Menjelang laga berakhir, kedua tim sama-sama bermain menyerang hingga peluit berbunyi setelah tambahan waktu 3 menit dan berakhir imbang 1-1.

Starter XI Real Madrid Vs Manchester City

Real Madrid: Thibaut Courtois; Daniel Carvajal, Antonio Rudiger, David Alaba, Eduardo Camavinga; Federico Valverde, Toni Kroos (84' Aurelien Tchouameni), Luka Modric (87' Nacho Fernandez); Rodrygo (81' Marco Asensio), Karim Benzema, Vinicius Junior.

Pelatih: Carlo Ancelotti.

Manchester City: Ederson; Kyle Walker, Ruben Dias, Manuel Akanji; John Stones, Rodri; Bernardo Silva, Kevin De Bruyne, Ilkay Gundogan, Jack Grealish; Erling Haaland.

Pelatih: Pep Guardiola.

Carlo Ancelotti Ogah Fokus ke Erling Haaland

Carlo Ancelotti tidak mau jika hanya fokus pada bintang Manchester City, Erling Haaland.

Carlo Ancelotti menyebut, perlu fokus untuk melawan Manchester City dalam satu kesatuan tim, dan tidak hanya memusingkan Erling Haaland.

Terlebih, bagi Carlo Ancelotti, skuad Pep Guardiola kini semakin hebat sebagai satu kesatuan dengan keberadaan Erling Haaland.

Erling Haaland bisa jadi akan menambah catatan 51 golnya di Stadion Santiago Bernabeu.

Carlo Ancelotti juga mengenang perjuangan Manchester City di Liga Champions 2022, di mana saat itu beluma da Erling Haaland.

"Dia sangat berbahaya. Dia memang sangat mengesankan dalam hal mencetak gol, itu sudah jelas," ucap Carlo Ancelotti, dikutip TribunTernate.com dari manchestereveningnews.co.uk.

Menurut Carlo Ancelotti, yang ditakutkan dari Manchester City tidak hanya Erling Haaland sebagai individu, namun juga satu kesatuan dalam tim.

"Rencana kami tidak hanya menghentikan Haaland, tapi menghentikan sebuah tim yang tampaknya sulit dihentikan. Tapi menurut saya masih mungkin bagi kami. Kami bisa menang," tuturnya.

Melihat perkembangan Manchester City, Carlo Ancelotti mengenang kompetisi tahun lalu di mana skuadnya memang sempat duel.

Baginya, saat itu Manchester City sudah punya senjata berbahaya dalam diri Gabriel Jesus yang kini merapat ke Arsenal.

"Mereka tim yang lebih lengkap sekarang. Tahun lalu, mereka punya penyerang yang sangat berbahaya, yaitu Gabriel Jesus, tapi dia sangat berbeda dari Haaland."

"Sekarang, mereka bahkan bisa main operan panjang," ucapnya.

Pelatih 63 tahun itu menyebut, skuadnya tetap akan fokus kepada semua pemain Manchester City.

"Haaland sangatlah penting, tapi jika fokus kepada dia saja maka berarti kami melupakan para pemain lain," tandasnya.

Pep Guardiola Pasrah Dituntut Menang

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, biasanya ogah jika disinggung-singgung soal tuntutan menang Liga Champions.

Namun, tahun ini, Pep Guardiola mencoba untuk memahami dan pasrah atas tuntutan itu.

Manchester City yang bakal bertandang ke Stadion Santiago Bernabeu melawan Real Madrid.

Laga leg 1 semifinal Liga Champions itu digelar pada Rabu (10/5/2023) WIB.

"Saya paham permintaan dari klub saya untuk memenangkan Liga Champions. Saya sudah merasakannya sejak saya tiba," ujar Pep Guardiola, dikutip TribunTernate.com dari manchestereveningnews.co.uk.

Menurutnya, pihak klub memang sudah tidak menuntut Pep Guardiola, namun sang pelatih sudah sadar akan perasaan mereka.

Pep Guardiola harus tetap bisa waras selama perebutan trofi Liga Champions.

"Mereka tidak menuntut saya tapi saya tahu perasaan mereka setelah (trofi) pertama Liga Premier targetnya adalah Liga Champions. Ini normal ketika kita tidak ada trofi pasti ingin punya."

"Anda juga tidak boleh menjadi gila. Ini adalah pertandingan sepak bola. Berusaha yang terbaik dalam dua laga dengan skenario khusus dan itulah yang harus kami lakukan," tuturnya.

Pep Guardiola Ralat Kalimat Rodri

Bintang Manchester City, Rodri, nekat menyebut keinginan balas dendam kepada Real Madrid di Liga Champions.

Kata-kata ini membuat sejumlah fans panik lantaran mirip dengan yang dilakukan bintang Liverpool, Mohamed Salah, yang juga ingin balas dendam ke Real Madrid.

Bahkan, sang pelatih, Pep Guardiola sampai meralat kata-kata Rodri tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya Manchester City sudah pernah menghadapi Real Madrid di semifinal Liga Champions 2022.

Kini, Manchester City akan bertandang ke Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu (10/5/2023).

"Kami akan punya kesempatan untuk balas dendam, kami punya filosofi yang bisa kita pelajari dari pengalaman-pengalaman masa lalu, kami main bagus di dua laga terakhir tapi tidak lolos," kenang Rodri, dikutip TribunTernate.com dari manchestereveningnews.co.uk.

"Kami di sini untuk berjuang lagi dengan motivasi, dengan perasaan bahwa kami sudah persiapan sebaik mungkin dan hadir dalam momen terbaik kami."

"Kami bisa belajar apa saja yang bisa kami tingkatkan dan apa yang buruk dari penampilan kami," sambungnya.

Sementara itu, Pep Guardiola meluruskan pernyataan anak asuhnya itu.

"Itu adalah kesalahan besar. Kami tidak ke sini untuk balas dendam. Apa yang terjadi di masa lalu biarlah terjadi."

"Ketika kita menang itu karena kita berhak mendapatkannya. Saya tidak bilang kami bukan tim yang bagus, kami sudah melakukan lebih dari segalanya untuk ke final tapi inilah sepak bola, itu saja tidak cukup."

"Semoga kami bisa belajar dan menjadi lebih baik. Pelajran yang bisa kami petik dari musim lalu bukan untuk balas dendam," tegasnya.

Sementara itu, Mo Salah sempat menyebut keinginan balas dendam lantaran Liverpool dikalahkan Real Madrid pada final Liga Champions 2018.

Pada tahun lalu, setelah Mo Salah menyebut soal balas dendam itu, Liverpool kembali dipermalukan oleh sang raksasa La Liga.

Maka dari itu, para fans pun panik lantaran hal serupa bisa saja terjadi.

@adamabdulls: Jangan bilang kata-kata itu

@CharbelSall1: Mereka harusnya tidak main jika punya keinginan balas dendam di otaknya. Main saja maka pembalasan dendam bisa datang dengan sendirinya

@majorramblings: Kata-katanya seperti Salah, sulit dipercaya

@OCube71: Hal yang sulit dilakukan City adalah belajar dari kesalahan masa lalu

@Shaun7576: Ada apa sih dengan para pemain ini, tidakkah mereka belajar dari Salah?

(TribunTernate.com/ Ifa Nabila)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved